Vnews.click, Tanjungpinang – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi jumlah penumpang pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 turun 18 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada periode Lebaran tahun lalu, tercatat keberangkatan dan kedatangan penumpang melalui bandara di pusat ibukota Provinsi Kepri itu sebanyak 13.191 orang.
“Tahun ini, penumpang diprediksi turun 18 persen atau sekitar 2,7 ribu orang,” kata General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, M. Setiabudi Dermawan, Senin (16/3/2026).
Menurutnya penurunan tersebut dipengaruhi faktor daya beli masyarakat, serta jarak antara libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan Lebaran berdekatan, sehingga ikut mempengaruhi masyarakat untuk mudik ke luar kota.
Kendati turun, kata dia, Bandara RHF Tanjungpinang tetap menyiagakan extra flight atau penerbangan jadwal penerbangan maskapai Batik Air menjadi dua kali dalam sehari guna mengantisipasi kepadatan penumpang.
“Puncak arus mudik diperkirakan pada H-4 dan H-3 Idul Fitri,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan Bandara RHF Tanjungpinang juga telah membangun posko pelayanan dan pengamanan Idul Fitri dalam Operasi Ketupat Seligi 2026 untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik. Operasi berlangsung selama periode 13 sampai 29 Maret 2026.
Setiabudi menambahkan saat ini Bandara RHF Tanjungpinang beroperasi setiap hari melayani penerbangan rute Jakarta, dengan maskapai Batik Air, Citilink dan Lion Air.
Selain itu, ada pula rute pesawat perintis rute antarpulau yang dilayani maskapai Susi Air, seperti tujuan Lingga dan Tambelan.
“Kami pastikan standarisasi pelayanan serta langkah-langkah mitigasi penumpukan penumpang dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri tahun ini,” pungkas Setiabudi. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

