Tanjungpinang (Vnews.click) -Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Rahmat Nurhakim, anak usia 14 tahun yang hilang terseret arus parit di Kampung Karang Rejo, Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Jasad korban pertama kali ditemukan nelayan di sekitar aliran bakau belakang perumahan Cristal Valley, Jalan Panglima Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (8/1/2024) pagi.
“Setelah dapat laporan temuan jasad itu, tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi kejadian guna mengevakuasi jasad korban,” kata Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan SAR Tanjungpinang, Edi Mariadi.
Edi menjelaskan saat ditemukan, jasad korban sudah dalam kondisi meninggal. Lalu, dibawa ke ruang jenazah RSUD Raja Ahmad Thabib di Kota Tanjungpinang.
Tak lama kemudian, katanya, keluarga korban didampingi unsur SAR gabungan mendatangi rumah sakit tersebut, untuk memastikan bahwa jasad korban yang ditemukan itu adalah Rahmat Nurhakim.
“Dari pengakuan ayah korban, itu memang jasad anaknya, Rahmat Nurhakim. Hal ini dilihat dari baju warna biru dan celana pendek yang dikenakan korban,” ungkap Edi.
Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Seorang anak laki-laki bernama Rahmat Nurhakim, hanyut terbawa arus parit di Kelurahan Karang Rejo, Kamis (4/1/2024) sore kemarin.
“Korban terbawa arus parit, karena kondisi rumah yang berdekatan dengan parit besar ditambah cuaca hujan disertai banjir,” Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi, Jumat (5/1/2024).
Slemat mengatakan pihaknya menerima laporan dari Lurah Karang Rejo, Ronnie, bahwa pada pada tanggal 4 Januari 2024, sekitar pukul 15.00 WIB sore, korban diketahui tidak berada di rumah.
Setelah itu, kata dia, tim rescue berjumlah lima orang dari Kantor SAR Tanjungpinang langsung menuju ke lokasi kejadian hilangnya korban dengan menggunakan alat utama Rescue Car Dmax.
Pencarian korban melibatkan unsur SAR gabungan, terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, BPBD, Bhabinkamtibmas, Pemadam Kebakaran, dan masyarakat setempat.
Sementara orang tua korban, Waluyo, mengatakan anaknya keluar dari rumah untuk bermain di area parit tak jauh dari rumahnya pada Kamis (4/1/2024) sore. Saat itu kondisi cuaca tengah hujan dan air parit meluap.
Waluyo menyebut hingga pukul 18.00 WIB anaknya tak kunjung pulang ke rumah. Ia kemudian mencari anaknya, namun tidak berhasil ditemukan.
“Setelah itu saya langsung melapor kepada RT dan Kelurahan Pinang Kencana. Selanjutnya diteruskan ke Kantor SAR, karena khawatir terseret arus parit,” ucap Waluyo. (Mis/Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

