EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri memprioritaskan pengembangan lahan pertanian cabai dan padi di tahun 2026 guna meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, mengatakan program ketahanan pangan yang bersumber dari APBD itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota, mulai dari Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga Natuna hingga Kepulauan Anambas.

“Tahun ini, kita menargetkan pengembangan lahan cabai seluas 45 hektare, dan untuk tanaman padi seluas 40 hektare,” kata Rika, Senin (11/8/2026).

Namun khusus lahan padi, menurut Rika, hanya diprioritaskan untuk wilayah Bintan, Lingga dan Natuna, karena ketiga daerah ini memiliki karakteristik lahan kering dan lahan sawah produktif dibandingkan daerah lainnya di Kepri.

Ia menyebut DKP2KH Kepri telah menyiapkan bantuan bibit cabai maupun padi tahun 2026, untuk mendorong pengembangan kawasan pertanian di kabupaten/kota tersebut. Sebagian bantuan bibit itu sudah disalurkan sejak awal 2026.

Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim penyuluh pertanian untuk mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha pertanian, khususnya tanaman cabai dan padi.

“Setiap Sabtu, kita evaluasi rutin terkait luas tanaman cabai maupun padi, guna memastikan keberlanjutan dari program ini,” ungkap Rika.

Sesuai arahan Menteri Pertanian RI, lanjut Rika, Pemprov Kepri terus berupaya mengoptimalkan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara berkelanjutan.

Ia memaparkan hasil produksi pertanian di Kepri sejauh ini belum bisa memenuhi kebutuhan lokal, sehingga sebagian besar bahan pangan harus dipasok dari provinsi lain, seperti Pulau Jawa hingga Pulau Sumatera. Misalnya, kebutuhan beras yang 95 persennya didatangkan dari daerah lain akibat produksi lokal terbatas.

Kondisi ini turut dipengaruhi letak geografis Kepri ini yang didominasi 96 persen lautan, dan hanya 4 persen daratan dengan luas lahan pertanian yang terbatas. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *