KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menyebutkan permainan tradisional menjadi salah satu solusi membatasi penggunaan gawai pada anak di tengah pengaruh media sosial.

“Kita tak bisa begitu saja menyuruh anak berhenti main gadget, tapi berikan solusi. Misalnya, melalui permainan tradisional berbasis kearifan lokal,” kata Menteri Arifatul Fauzi saat menghadiri menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di laman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kamis (23/7/2026).

Ia mengatakan Kementerian PPPA menginisiasi perminan rakyat sejak peringatan HAN tahun 2025, karena melihat tantangan penggunaan media sosial bagi anak terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ia menilai permainan tradisional efektif mengatasi kecanduan media sosial karena mengalihkan perhatian anak ke dunia nyata melalui interaksi fisik langsung.

Selain itu, kata dia, permainan tradisional mengandung nilai filosofi yang tinggi, seperti membangun budaya antre, saling menghargai, kemudian meningkatkan kebersamaan hingga kreativitas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menggalakkan permainan tradisional agar seimbang dengan penggunaan gawai, terutama di kalangan anak-anak,” ucapnya.

Menteri Arifatul Fauzi turut menambahkan puncak HAN ke-41 ini diinisiasi Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Kemendikdasman dan Kementerian PPPA.

Dia berharap peringatan HAN bukan hanya formalitas, namun membangun kesadaran masyarakat bahwa anak hari ini memiliki tantangan luar biasa di tengah pesatnya perkembangan era digital.

“Kita melihat anak hari ini adalah pemimpin Indonesia ke depan, maka kita harus berikan kesempatan dan akses setinggi-tingginya bagi anak,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *