Tanjungpinang (Vnews.click) – Guna mengantisipasi penumpukan siswa pada PPDB tahun ajaran 2024/2025, Pemprov Kepri membuat kebijakan menggabungkan SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Kota Tanjungpinang, karena letak kedua sekolah sangat dekat.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan penggabungan kedua sekolah tersebut akibat jumlah calon siswa baru yang mendaftar di SMAN 3 Tanjungpinang sampai saat ini sangat minim, sementara pendaftar menumpuk di SMAN 1 Tanjungpinang.
Selain itu, lokasi SMAN 3 juga akan segera dipindahkan ke wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.
“Setelah digabungkan, siswanya tetap terdata jadi siswa SMAN 1 Tanjungpinang,” kata Gubernur Ansar, Kamis (27/6/2024).
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan dengan digabungkan kedua sekolah menegah atas tersebut, lanjut dia, maka kuota calon siswa baru per kelas berpotensi ditambah dari 36 orang menjadi 40 orang.
Andi Agung menyebut saat ini jumlah pendaftar calon siswa baru di SMAN 1 Tanjungpinang sudah melebihi kuota di atas 40 persen.
Tercatat ada sebanyak 615 pendaftar, sedangkan rencana daya tampung (RDT) senanyak 375 orang. Para pendaftar itupun masih kategori zonasi, belum termasuk prestasi.
“Kalau memang tidak tertampung di SMAN 1, maka calon siswa baru akan diarahkan ke sekolah terdekat sesuai zonasi, misalnya tinggal di dekat SMAN 4 otomatis masuk ke sekolah itu sesuai sistem zonasi,” ujarnya.
Andi Agung turut mengimbau para orangtua tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah yang tidak sesuai dengan kategori khususnya zonasi untuk menghindari penumpukan siswa.
“Operator PPDB di setiap sekolah diharapkan memberikan pelayanan yang baik kepada orangtua siswa, terutama berkaitan dengan alur dan mekanisme pendaftaran PPDB,” tegasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

