Tanjungpinang (Vnews.click) – Guna mencegah masuknya wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) bersama Kantor Bea Cukai melaksanakan giat patroli laut bersama di perairan Tanjungpinang.
“Saat ini, ASF telah masuk di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dan Kepri memiliki potensi yang sama masuknya wabah tersebut,” kata Kepala BKHIT Kepri drh Herwintarti usai upacara giat patroli laut bersama di Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Rabu (19/12/2024).
Herwintarti menyebut letak geografis Kepri yang berbatasan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam hingga Thailand, berpeluang meningkatnya potensi masuknya hama penyakit hewan, ikan, tumbuhan yang akan mengancam keamanan dan ketahanan pangan bangsa indonesia, khususnya di wilayah perbatasan
Maka itu, pihaknya melakukan mitigasi risiko melalui kegiatan pengawasan bersama dengan instansi terkait guna memeriksa sekaligus memastikan komoditas yang masuk ke Kepri memang sudah terjamin kesehatannya dengan menerbitkan sertifikat kesehatan dari negara atau wilayah asal.
“Tujuannya menjaga, khususnya peternakan babi di Pulau Bulan, Kepri yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor ke Singapura termasuk Kalimantan, tidak terpapar ASF,” ujarnya.
Ia menyampaikan dari hasil monitoring karantina, sampai saat ini belum ada ditemukan penyebaran wabah ASF di wilayah Kepri.
Pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan ASF, terutama kepada perusahaan atau peternakan babi supaya mereka dapat meningkatkan bio security maksimum, karena ASF ditularkan melalui virus dan tidak bisa terdeteksi oleh mata.
“Bio security maksimum adalah upaya maksimal yang dilakukan untuk mencegah masuknya wabah ASF,” ujarnya.
Menurut Herwintarti penyakit ASF menjadi ancaman bagi perekonomian Kepri, mengingat apabila tertular pada ternak babi, otomatis akan mengancam populasi karena menimbulkan tingkat kematian 100 persen.
Apalagi dalam waktu dekat, sejumlah masyarakat akan merayakan Natal dan Tahun Baru, sehingga tentu banyak membutuhkan daging babi untuk dikonsumsi.
“ASF ini bisa berdampak pada penurunan populasi babi hingga berdampak pada kebutuhan dan ketersediaan jelang Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

