“Musuhmu paling terbesar ialah nafsu dalam dirimu sendiri,” kata Wapres Ma’ruf Amin.
Menurutnya momentum bulan ramadhan mengajarkan umat Islam agar mampu mengendalikan hawa nafsu.
Ia menyebut nafsu paling sulit saat ramadhan ialah makan dan minum, karena masyarakat sudah terbiasa melakukan aktivitas makan dan minum setiap harinya.
Pada bulan ramadhan, katanya, umat Muslim diperintahkan berpuasa atau menahan diri dari makan dan minum di siang hari selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar sampai magrib.
Selain itu, umat Muslim juga diminta mengendalikan diri dari berhubungan suami-istri saat berpuasa.
“Bulan ramadhan ini melatih kita supaya bisa mengendalikan hawa nafsu, karena manusia ini lemah dan mudah terbawa nafsu. Nafsu juga dapat membawa seseorang pada keburukan,” ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, berpuasa turut melatih kesabaran seseorang, misalnya meskipun waktu berbuka puasa tersisa satu menit, tapi tetap menunggu sampai jadwal berbuka itu tiba.
Lanjut Wapres mengutarakan bahwa puasa pun memiliki hikmah, baik untuk diri sendiri maupun pergaulan kehidupan sosial.
“Puasa ialah syariat yang diperintahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Syariat itu hikmah, adil, kasih sayang dan membawa kemaslahatan bagi manusia,” pungkasnya. (Redaksi)