Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) Hasto Wardoyo berharap angka stunting atau kekerdilan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turun jadi 12 persen pada tahun 2024.
Menurut Hasto tahun ini kasus stunting Kepri di angka 15,4 persen atau turun 2,2 persen dibanding tahun lalu sebesar 17,6 persen.
“Tahun depan diharapkan turun tiga persen. Jadi kalau saat ini angkanya 15,4 persen, mudah-mudahan akhir tahun 2023 sudah turun jadi 12 persen,” katanya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Bangga Kencana Provinsi Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (2/2/2023).
Oleh karena itu, ia meminta BKKBN Perwakilan Kepri bersama jajaran pemerintah daerah hingga semua pemangku kepentingan mempercepat penurunan angka stunting sehingga target yang akan dicapai terealisasi.
Apalagi, kata dia, prevalensi angka stunting di Kepri termasuk bagus karena rendah dan rata, di mana antar kabupaten/kota tidak mengalami kesenjangan yang tinggi.
“Kepri masuk empat provinsi terendah stunting se-Indonesia. Kalau ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, Kepri bisa jadi bandul penanganan stunting secara nasional,” ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Hasto juga meminta pelayanan RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri di Tanjungpinang agar makin meningkatkan pelayanan masyarakat, khususnya dalam hal melayani pemasangan KB mulai dari pasang susuk, ayudi, steril sampai medis operasi wanita atau MOW.
“Saya juga sangat berharap keseimbangan jumlah penduduk di Kepri dapat terjaga dengan baik,” ucap Hasto. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

