Vnews.click, Tanjungpinang – Statsiun BMKG Tanjungpinang menyebutkan kabut asap kiriman luar daerah kembali menyelimuti wilayah Pulau Bintan hingga memicu penurunan jarak pandang pada kisaran 1-3 kilometer pada Rabu (7/10/2026).
“Kondisi penurunan jarak pandang ini berkaitan dengan keberadaan kabut asap dari luar daerah,” kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, Rabu siang.
Menurutnya penurunan jarak pandang perlu mendapat perhatian, terutama dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional di bandar udara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer.
Rizqi menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 7 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, wilayah Pulau Bintan terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Ia menyampaikan kondisi angin yang dominan bertiup dari arah tenggara hingga selatan di sekitar Pulau Bintan, mempengaruhi potensi terbawanya massa udara dan partikel asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya.
“Kualitas udara di wilayah Kepri saat ini perlu jadi perhatian bersama, apalagi ketika terjadi peningkatan aktivitas karhutla di luar Pulau Bintan yang dapat memengaruhi kualitas udara melalui sebaran kabut asap,” ungkapnya.
BMKG turut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Selain itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
Informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id, https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id, https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

