Vnews.click, Bintan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, menyatakan segera membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan buaya di kawasan pesisir dinilai sangat mendesak, karena belakangan serangan buaya terhadap masyarakat semakin masif.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bintan, Muhammad Mi’raj, mengatakan dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Bintan dan semua stakeholder terkait, seperti BPBD, Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah disepakati satgas penanganan buaya akan segera dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Satgas tersebut akan melibatkan BPBD, BKSDA, KKP, TNI-Polri hingga warga setempat.
“Satgas akan melakukan pemetaan titik-titik buaya, termasuk melakukan upaya pencegahan, penanganan serta evakuasi buaya ke lokasi penangkaran yang direncanakan di Pulau Bulan, Batam,” ujar Mi’raj, Kamis (22/1/2026).
Dia menyebut dari laporan masyarakat yang diterima BPBD, hampir semua wilayah pesisir di Bintan terdapat kemunculan buaya.
Pihaknya juga mencatat sejak tahun 2022 sampai 2026, total ada empat kali serangan buaya terhadap warga. Dua di antaranya meninggal, dan dua lainnya luka-luka.
Terbaru, seorang nelayan di Tembeling, Bintan, Imran (34) meninggal setelah diserang buaya pada saat hendak melaut, Jumat (16/1/2026) pagi.
“Maka itu, pentingnya dibentuk satgas penanganan buaya, dengan harapan dapat mencegah kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Mi’raj.
Mi’raj turut mengimbau masyarakat mewaspadai sejumlah kawasan pesisir di tujuh kecamatan yang rawan kemunculan buaya. Antara lain, di Kecamatan Gunung Kijang tersebar di Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau, Kelurahan kawal, dan Desa Gunung Kijang. Perkiraan sementara, ada 19 ekor buaya di empat wilayah tersebut.
Kemudian, di Kecamatan Toapaya tersebar di Waduk Desk dan Jembatan Lintas Barat. Lalu, Kecamatan Bintan Timur tersebar di Waduk PT Korindo, Kampung Batu, dan pesisir Pantai Losari Kijang Kota.
Berikutnya, Kecamatan Teluk Bintan tersebar di Tanah Merah, Bintan Buyu, Parit Bugis, Bendungan Bintan Enaw, Pulau Ladi, Karang Rejo, Gisi dan Telang.
Selanjutnya, Kecamatan Sri Kuala Lobam tersebar di Jembatan Busung, Sungai Lepan dan Tanjung Talok. Kecamatan Bintan Utara, di Pantai Sakera dan Sebong Pereh.
Paling parah di Kecamatan Tambelan, ada 18 titik kemunculan buaya. Bahkan terdapat seekor buaya yang ukurannya mencapai lima meter. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

