Vnews.click, Tanjungpinang – Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri menyoroti rencana penghentian penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.
“Sangat disayangkan jika maskapai Garuda Indonesia benar-benar tidak lagi beroperasi di Bandara RHF,” kata Ketua Asparnas Kepri, Mulyadi Tan, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya kebijakan tersebut dapat menurunkan citra Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi dan destinasi pariwisata budaya nasional, serta Bintan sebagai ikon pariwisata Kepri dan internasional.
Selain itu, kata dia, Bandara RHF juga merupakan salah satu gerbang utama Kepri, serta simpul pergerakan wisatawan dan investor.
“Garuda Indonesia memiliki peran strategis sebagai maskapai nasional yang tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga fungsi konektivitas dan citra negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan pariwisata kelas dunia tidak bisa dibangun dengan akses udara kelas dua. Tanjungpinang membutuhkan konektivitas yang berkelas agar mampu bersaing di tingkat nasional dan regional.
Asparnas Kepri mendorong pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan manajemen Garuda Indonesia untuk segera duduk bersama mencari solusi berkelanjutan agar maskapai Garuda tetap beroperasi melayani penerbangan di Bandara RHF.
“Karena RHF bukan hanya bandara Kota Tanjungpinang, melainkan salah satu bandara yang mencerminkan wajah Kepri,” pungkas Mulyadi Tan.
Berdasarkan informasi yang beredar, pesawat Garuda terakhir beroperasi di Bandara RHF pada tanggal 9 Februari 2026. Setelah itu, pihak maskapai berencana angkat kaki dari bandara tersebut. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

