Tanjungpinang (Vnews.click) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyatakan ketersediaan bahan pokok relatif aman dan cukup hingga beberapa bulan ke depan.
“Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri, saat ini stok beras tercatat ada 4.863 ton, lalu gula pasir 217 ton, kemudian minyak goreng 1.890 ton, dan daging ayam ras 784 ton,” kata Ansar Ahmad, Selasa (16/9/2025).
Namun demikian, menurut Ansar, distribusi logistik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Kepri, terutama bagi masyarakat pulau-pulau terluar seperti Natuna dan Anambas.
Ia menyebut kondisi geografis Kepri dengan luas wilayah 96 persen lautan, menuntut kebijakan distribusi pangan yang lebih efisien agar suplai pangan merata hingga wilayah terluar.
Ia menyebutkan disparitas harga bahan pokok antarwilayah masih terjadi di Kepri. Harga komoditas di pulau terluar, masih lebih tinggi dibanding akibat biaya distribusi logistik.
“Pemerintah menilai intervensi kebijakan diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujar Ansar.
Selain itu, lanjut Ansar, Pemprov Kepri juga terus berupaya menjaga kestabilan harga bahan pokok untuk mengendalikan angka inflasi.
Dikatakannya saat ini tingkat inflasi di Kepri terjaga di level 2,19 persen, atau masih dalam rentang sasaran nasional.
“Kita terus melakukan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi di Kepri, salah satunya cabai,” pungkas Ansar. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

