Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri mengusulkan kebijakan pembatasan ekspor kelapa bulat ke luar negeri untuk menjaga pasokan kelapa di dalam negeri.
Selain itu, juga diusulkan penetapan tarif pajak ekspor kelapa supaya lebih kompetitif, sehingga kebutuhan domestik terpenuhi dulu baru kemudian diekspor.
“Saat ini stok kelapa untuk konsumsi masyarakat maupun industri lokal di Kepri mengalami gangguan pasokan seiring tingginya permintaan ekspor kelapa dengan harga yang tinggi pula,” kata Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, Jumat (17/1/2025).
Ia menyebut kebutuhan kelapa di Kepri selama ini sangat bergantung dari luar daerah, seperti Jambi dan Riau. Namun, belakangan pengiriman kelapa dari daerah itu ke Kepri semakin berkurang karena sebagian besar diekspor ke luar negeri.
“Kebutuhan konsumsi dan industri kelapa lokal di Kepri rata-rata 100-200 ribu butir per hari, tapi yang tersedia sekarang sekitar 60 persen saja,” ujar Aries.
Menurutnya Disperindag Kepri telah menggelar rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait, serta asosiasi industri kelapa untuk mencari solusi terkait pemenuhan kebutuhan kelapa di Tanah Melayu itu.
Melalui rapat koordinasi tersebut, telah disepakati bahwa Kepri akan menyurati pemerintah pusat dengan harapan ada kebijakan khusus untuk mengendalikan ekspor kelapa ke luar negeri agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
“Harapan kita seperti itu, karena ekspor kelapa ini wewenang pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah,” ujar Aries.
Lanjutnya menyampaikan produksi kelapa di Kepri sangat minim sehingga belum mampu memenuhi permintaan lokal. Sentra kelapa di Kepri tersebar di beberapa daerah saja, misalnya Kabupaten Natuna.
Ia menambahkan keterbatasan pasokan kelapa di Kepri juga berpengaruh pada kenaikan harga produk olahan santan di pasaran. Kondisi ini turut dikeluhkan masyarakat yang mengkonsumsi santan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya harga santan Rp22 ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp30 ribu per kilogram,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

