Tanjungpinang (Vnews.click) – KPU Provinsi Kepri menyampaikan dana sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) pada pelaksanaan pilkada serentak 2024 ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Indrawan menyebut pihaknya harus mengesahkan penggunaan anggaran pilkada terlebih dahulu ke Kantor Pelayaan Perbendaharaan Negara (KPPN), baru kemudian terlihat jumlah total anggaran yang tersisa.
“Kalau tak ada halangan, tanggal 20 Maret 2025 silpa itu akan dikembalikan ke Pemprov Kepri melalui gubernur,” kata Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, Kamis (14/3/2025).
Indrawan menjelaskan ada beberapa faktor terjadinya silpa di pilkada 2024, antara lain tak ada calon kepala daerah perseorangan sehingga anggaran untuk verifikasi berkas calon perseorangan tidak terpakai.
Berikutnya, calon kepala daerah yang awalnya diprediksi ada enam pasang, ternyata hanya diikuti dua pasang, sehingga berdampak pada pengurangan logistik pilkada.
Selain itu, debat pilkada yang direncanakan tiga kali, namun cuma terselenggara satu kali saja.
Selanjutnya, ada pula pengurangan sekitar 1.000 TPS dibanding pilkada tahun 2020 menyusul terbitnya keputusan KPU RI bahwa pemilih satu TPS ditambah menjadi 500-600 orang, dari yang sebelumnya sekitar 300 orang per TPS.
“Pengurangan TPS berdampak pada honor petugas KPPS yang tidak terpakai, totalnya ada 7.000 orang karena tiap-tiap TPS diisi tujuh orang,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

