Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang memantau kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia atau lansia berinisial SM (68 tahun) yang terkena gigitan anjing liar.
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, korban sudah dapat perawatan medis, namun belum dapat dipastikan apakah korban berisiko terkena rabies atau tidak.
Rustam menjelaskan korban tiba-tiba diserang anjing liar pada saat tengah duduk di atas motor sembari menunggu anaknya di kawasan Rimba Jaya, Tanjungpinang, Rabu (6/8/2025) malam.
“Anjing berwarna coklat itu menggigit bagian betis sebelah kanan korban, sehingga menyebabkan luka cukup serta mengeluarkan banyak darah,” ujar Rustam, Senin (11/8/2025).
Setelah itu, korban pun langsung dibawa oleh anaknya ke RSUD Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sampai ke RSUD, korban dilakukan penjahitan di luka gigitan, lalu diberikan vaksin anti rabies, suntik tetanus serta antibiotik.
“Setelah dapat perawatan medis dari rumah sakit, korban lalu pulang ke rumahnya,” ujarnya.
Keesokan harinya atau Kamis (7/8/2025), korban datang ke Puskesmas Tanjungpinang untuk perawatan lanjutan, karena masih merasakan nyeri di area bekas gigitan anjing tersebut.
“Untuk perawatan lanjutan dan penggantian perban, korban mendapat layanan dari Puskesmas Tanjungpinang,” ucap Rustam.
Rustam menambahkan imbas insiden warga digigit anjing liar itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran kelurahan, babinsa, babinkamtibmas, puskesmas, dinas pertanian, karantina hewan serta pengelola kawasan Rimba Jaya.
“Berdasarkan hasil koordinasi itu, disepakati akan dilakukan pemantauan selama 14 hari dan upaya memastikan tidak ada korban gigitan anjing liar lagi ke depannya,” pungkas Rustam. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

