KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mengakui sebanyak 2.000 vial vaksin IPV atau Inactivated Poliovirus Vaccine rusak akibat kelalaian dalam proses penyimpanan.

Vaksin IPV merupakan vaksin suntik yang biasa digunakan untuk mencegah penyakit polio pada anak-anak.

“Ada kesalahan staf kami saat melihat kode cara penyimpanan vaksin IPV, tapi ketahuannya setelah beberapa hari kemudian,” kata Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, Sabtu (8/11/2025).

Kendati demikian, Bisri memastikan kerusakan vaksin IPV tersebut masih dalam kategori di batas toleransi, karena indeks vaksin yang tidak bisa digunakan masih 10 persen, sementara batas toleransi 15 persen.

Ia pun menegaskan kejadian itu tidak sampai mengganggu stok vaksin yang dikelola Dinkes Kepri, mengingat 2.000 vaksin rusak itu sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI dan segera dikirim vaksin penggantinya.

“Stok vaksin polio saat ini masih ada 4.567 vial. Cukup untuk persediaan empat bulan ke depan dan jatah pengiriman untuk Kepri tahun ini juga masih ada,” ujar Bisri.

Bisri menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap proses penyimpanan vaksin IPV Dinkes Kepri guna menjaga kualitas persediaan vaksin mulai dari pengiriman, penyimpanan serta pemakaian. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *