KEPRI PARIWISATA TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Proyek penataan kawasan kuliner akau potong lembu di Kota Tanjungpinang akan segera dilelang oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Disperkim Provinsi Kepri Said Nursyahdu, mengatakan, lelang proyek tersebut seharusnya sudah selesai sebelum lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, namun karena ada selisih harga barang/jasa terpaksa ditunda untuk sementara waktu.

“Dalam minggu ini, target kita sudah lelang,” katanya di Tanjungpinang, Kamis (27/4/2023).

Menurut dia pihaknya harus melakukan penyesuaian harga terhadap pengadaan barang/jasa proyek tersebut, karena pengerjaannya bekerja sama dengan Pemko Tanjungpinang.

Ia mengatakan Pemprov Kepri menyiapkan anggaran Rp5 milir, sementara Pemko Tanjungpinang Rp3,5 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Contohnya, pengadan bahan semen di Pemko Tanjungpinang Rp100 ribu. Pemprov Kepri juga harus sama, Rp100 ribu,” ujarnya.

Lanjutnya menyampaikan bahwa porsi pekerjaan penaataan akau potong lembu tidak mengalami perubahan. Pemprov Kepri mengerjakan kawasan parkir dan masjid. Pemko Tanjungpinang mengerjakan pelataran utama akau dan aksesorisnya.

“Penataan akau potong lembu diperkirakan rampung bulan Oktober 2023,” ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan penataan kawasan Akau Potong Lembu sebagai legenda pusat kuliner itu merupakan bagian dari program strategis untuk menata Kota Tanjungpinang agar makin cantik dan menarik.

Menurut Ansar penataan suatu objek harus dilakukan secara all out jika ingin memperkuat citra Tanjungpinang sebagai pusat ibukota Provinsi Kepri. Hal itu juga bisa menjadi pendukung percepatan peningkatan ekonomi melalui kunjungan turis asing dan pariwisata.

“Kalau mau revitalisasi jangan tanggung-tanggung. Musti ada brand yang bisa kita jual. Makanya, kita ajak Pemko Tanjungpinang duduk bersama-sama untuk mengerjakannya,” ucap Gubernur Kepri.

Selain itu, Ansar memaparkan beberapa rencana ke depan dalam hal penataan Kota Tanjungpinang, di antaranya membenahi transportasi umum seperti taksi dan angkutan kota (Angkot), sehingga Kota Gurindam ini bisa menjadi Kota Pintar atau smart city.

Ia berharap upaya yang dilakukan itu ke depan membuat orang makin tertarik untuk berkunjung ke Kota Tanjungpinang.

“Jadi selain kota pendidikan dan sejarah, Tanjungpinang diutamakan menjadi kota yang menarik untuk orang datang berkunjung. Menjadi sesuatu yang tidak terlupakan dan berbeda penanganannya dari kota-kota besar yang gemerlapan,” kata Ansar. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *