Menurutnya hal itu menandakan bahwa penanganan COVID-19 Indonesia, khususnya di Kepri sangat baik sehingga sudah semakin aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan mancanegara (Wisman).
“Saya optimistis pencabutan PPKM akan mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri tahun ini,” kata Gubernur Ansar, Jumat (13/1/2023).
Selain itu, menurutnya, pemerintah pusat juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan guna meningkatkan kunjungan wisman ke Kepri, salah satunya penerapan visa second home atau visa rumah kedua bagi WNA untuk kegiatan investor, wisatawan, hingga wisawatan lanjut usia/pensiunan dengan maa tinggal di Indonesia selama 5 sampai 10 tahun.
Ia dalam waktu dekat juga akan mengumpulkan para pelaku usaha pariwisata untuk mengetahui sekaligus mencari solusi atas kendala-kendala yang hadapi dalam mendatangkan wisman ke Kepri. Misalnya, terkait status Bandara Intetrnasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang yang tertunda akibat pandemi COVID-19, harus diusulkan kembali kepada pemerintah pusat.
Menurutnya status bandara internasional itu sangat penting untuk membuka jalur penerbangan luar negeri ke Kepri atau sebaliknya, karena warga asal negara China hingga India selama ini cukup mendominasi kunjungan wisman ke Kepri.
Apalagi berdasarkan informasi yang didapat dari Bintan Resort Cakrawala (BRS), kata Ansar, tahun ini ada sekitar 400 ribu wisman dijadwalkan datang ke kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan.
“Ini tentu perlu penerbangan langsung dari China ke Pulau Bintan, melalui Bandara RHF Tanjungpinang,” ujar Ansar.
Lebih lanjut Ansar pun berharap pemerintah pusat menghapus penerapan kebijakan visa kedatangan visa on arivval bagi wisman, karena dinilai dapat memberatkan kedatangan mereka ke Kepri.
“Wisman dengan masa tinggal hanya 1 atau 2 hari di Kepri, tentu akan rugi jika tetap dikenai VoA,” ucap Ansar. (Lus)