Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo Foto: dokumen BPP.
DPR RI HUKUM POLITIK

VNews.click, Jakarta – Anggota DPR RI Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia saat ini telah memasuki kondisi yang mengkhawatirkan.

Menurutnya, pemberantasan korupsi harus menjadi agenda utama yang didukung seluruh elemen bangsa.

Firman menyatakan Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk melanjutkan upaya pemberantasan korupsi.

“Korupsi kian marak. Indonesia hari ini butuh figur seperti Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan perjuangannya dalam pemberantasan korupsi,” ujar Firman dalam keterangan persnya, MInggu (26/7/2026).

Meski demikian, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI itu menegaskan, Presiden tidak dapat bekerja sendiri dalam memerangi korupsi.

Keberhasilan pemberantasan korupsi, lanjutnya, sangat bergantung pada dukungan politik, komitmen para pembantu presiden di pemerintahan, aparat penegak hukum yang berintegritas, serta partisipasi seluruh masyarakat.

“Tidak bisa berhasil tanpa pembantu-pembantu presiden di pemerintahan yang kuat dan aparat penegak hukum yang bersih,” tegasnya.

Selain itu, Firman menyoroti ketentuan dalam Rancangan Undang-Undang atau RUU Kejaksaan yang disebut mengatur mekanisme pengampunan bagi pelaku tindak pidana korupsi melalui pembayaran denda.

Anggota Baleg DPR RI itu menilai aturan tersebut berpotensi melemahkan semangat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

“Adanya pasal kompromi dengan para koruptor dalam UU Kejaksaan yang mengatur tentang sanksi pengampunan dengan denda ini akan sangat mencederai semangat supremasi hukum. Ini salah satu tuntutan reformasi. Ini akan mempersulit Presiden Prabowo,” katanya.

Firman pun mendesak DPR bersama Pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut ketentuan tersebut apabila dinilai bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi. Menurutnya, keberadaan pasal pengampunan dapat menjadi preseden buruk bagi upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas tanpa kompromi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *