KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri menekankan bahaya pernikahan dini bagi ibu dan anak hingga memicu pada kasus kematian.

Kepala BKKBN Kepri, Rohina, menyampaikan dari hasil penelitian kesehatan, usia ideal pernikahan untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

“Ketika anak perempuan menikah di bawah 21 tahun, alat reproduksinya belum siap untuk hamil dan melahirkan anak, sehingga risiko pertama pernikahan dini ialah terjadi kematian ibu dan anak,” kata Rohina, Rabu (6/11/2024).

Dampak lainnya akibat pernikahan dini, kata dia, ialah perempuan yang hamil di usia muda rentan mengalami tulang keropos dan cenderung menjadi bongkok pada usia tua.

Kemudian, ada pula risiko kanker serviks yang bisa dialami perempuan ketika menikah di usia muda. Kanker di mulut rahim ini cukup tinggi terjadi di Indonesia, satunya akibat pernikahan dini.

“Ini disebabkan organ reproduksi belum siap ketika melakukan hubungan suami-istri dan melahirkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rohina, pernikahan dini juga dapat memicu stunting atau tubuh pendek pada anak setelah melahirkan.

Hal ini disebabkan perempuan yang masih berusia remaja secara psikologis belum matang serta belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar.

“Organ reproduksinya juga belum matang, sehingga berisiko tinggi mengganggu perkembangan janin dan bisa menyebabkan keguguran,” ujar Rohina.

Ia menimbahkan guna menekan angka pernikahan usia dini di Kepri, BKKBN telah membentuk forum generasi berencana (Genre) untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kaum remaja agar menjadi generasi yang punya perencanaan kehidupan yang matang.

Forum Genre berkunjung ke sekolah-sekolah hingga masyarakat sebagai motor penggerak para anak-anak muda agar menjauhi pernikahan dini, narkoba dan seks bebas. Upaya itu diklaim cukup berhasil dalam menekan angka pernikahan dini di wilayah Kepri.

“Melalui Forum Genre, kami menularkan kepada para remaja bagaimana menyiapkan masa pernikahan perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” pungkasnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *