EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dewan Energi Nasional (DEN) RI mendorong pembangunan fasilitas penyimpanan (Storage) baru di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menyimpan BBM maupun minyak mentah di luar cadangan operasional.

Anggota Pemangku Kepentingan DEN, Muhammad Kholid Syeirazi, menyebut dari segi geografis Kepri sangat potensial, karena memiliki banyak pulau kecil untuk dibangun storage. Pembangunan fasilitas penyimpanan BBM tersebut dinilai penting guna meningkatkan ketahanan energi dalam negeri.

“Kalau ingin meningkatkan energi, kita harus punya fasilitas penyimpanan BBM di luar cadangan operasional, yang dilepas ketika terjadi krisis atau darurat energi,” kata Kholid, Jumat (2/10/2026).

Ia menyebut sejauh ini baru terdapat satu storage yang beroperasi di wilayah Kepri, tepatnya di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

DEN turut mendorong storage yang dikelola PT Pertamina tersebut disewakan kepada pemerintah untuk menyimpan cadangan energi.

Selain di Bintan, kata dia, dalam waktu dekat juga direncanakan pembangunan storage di Kabupaten Karimun, yang akan melibatkan investor luar negeri asal Dubai.

Menurutnya storage bisa dibangun oleh pemerintah maupun swasta. Namun, idealnya memang dibangun pemerintah agar punya kendali penuh, misalnya ketika kehabisan BBM, maka cadangan energi yang tersimpan tinggal dilepas.

Kholid mengakui dengan kondisi fiskal saat ini, tidak mudah bagi pemerintah membangun storage, sebab anggaran yang dibutuhkan relatif besar. Untuk kapasitas penyimpanan BBM 30 hari, memerlukan anggaran sekitar Rp47 triliun.

“Maka itu ada berbagai opsi dan model pembangunan storage, termasuk kolaborasi dengan swasta. Jadi yang bangun swasta dan yang pakai pemerintah,” ujar dia

Lanjut Kholid berharap pembangunan storage di Karimun segera terealisasi sebagai upaya meningkatkan ketahanan cadangan energi nasional, khusususnya BBM.

Dia mencontohkan negara tetangga Singapura memiliki storage, dengan kapasitas penyimpanan BBM selama 60 hari. Sedangkan di Indonesia di kisaran 21 sampai 25 hari.

Idelanya, kapasitas penyimpanan cadangan BBM seperti di negara-negara maju sekitar 90 hari, sehingga ketika terjadi gangguan pasokan energi, masih bisa bertahan paling tidak tiga bulan. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *