Vnews.click, Tanjungpinang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memproyeksikan penyaluran gas LPG 3 kilogram dan solar di wilayah Provinsi Kepri berpotensi melebihi kuota, masing-masing sekitar 10 persen dan 15 persen.
“Kalau kita lihat prognosa sampai akhir tahun, untuk LPG 3 kilogram dan solar kemungkinan ada over kuota,” kata Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto di Tanjungpinang, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya kondisi tersebut tidak terlepas dari penetapan kuota nasional tahun berjalan yang berada sekitar enam persen atau lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya.
Karena itu, Pertamina bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan BPH Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi guna mengusulkan penambahan kuota sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita terus berkoordinasi dengan regulator, termasuk BPH Migas dan Ditjen Migas untuk menyampaikan kondisi kebutuhan di Kepri dan mengusulkan penambahan kuota,” ujarnya.
Selain kuota, kata dia, Pertamina juga membahas penyesuaian aturan pembelian BBM berdasarkan kebijakan dan surat edaran BPH Migas.
Penyesuaian aturan tersebut diperlukan agar pengawasan distribusi lebih efektif, terutama dalam mencegah potensi penyalahgunaan dan pelangsiran BBM.
Di sisi lain, pengawasan LPG 3 kilogram juga terus diperkuat agar LPG bersubsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak.
“Kita turun ke lapangan, termasuk melakukan sidak ke usaha-usaha besar seperti restoran dan laundry, supaya LPG 3 kilogram ini benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

