EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Badan Usaha Pelabuhan (BUP), PT. Pelabuhan Kepulauan Riau (Kepri) sejauh ini baru berhasil menghimpun 20 persen pendapatan atau sekitar Rp200 juta dari target sekitar Rp1,5 miliar pada tahun ini.

Direktur PT Pelabuhan Kepri, Awaluddin, mengatakan, pendapatan tersebut berasal dari sektor pelayanan kapal angkutan penumpang MV Lintas Kepri dan pelabuhan yang menjadi wewenang mereka, yaitu pelabuhan Kuala Riau dan Segara.

“Bisnis yang kita kelola sejauh ini ada tiga sektor, yakni kapal, pelabuhan, dan labuh jangkar. Tapi, khusus pendapatan dari labuh jangkar masih nol, karena wewenang pungutannya belum dilimpahkan dari Kementerian Perhubungan ke Pemprov Kepri,” kata Awaluddin belum lama ini.

Menurutnya pendapatan terbesar perusahaan daerah milik Pemprov Kepri itu sampai saat ini masih didominasi kapal MV Lintas Kepri yang melayani penumpang rute Tanjungpinang-Lingga. 

Namun demikian, katanya, untuk tahun ini kemungkinan terjadi penurunan pendapatan, karena kapal MV Lintas Kepri baru beroperasi sekitar bulan April 2023 setelah sempat mengalami kerusakan.

Sementara pendapatan dari sektor pelabuhan Kuala Riau dan Segara juga masih minim, sebab kedua pelabuhan itu sifatnya masih regional dan tidak dikomersilkan, melainkan untuk membantu pemerintah daerah memperlancar distribusi barang-barang dan kebutuhan pokok masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menetapkan tarif besar bagi kapal-kapal angkutan barang yang masuk melalui dua pelabuhan itu.

“Kami hanya memungut pendapatan dari jasa keamanan pelabuhan, hingga pelayanan air dan minyak, tapi itu pun bermitra dengan pihak ketiga,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *