KEPRI KESEHATAN TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – BPJS Kesehatan telah membayarkan klaim pengobatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp1,7 triliun untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Nopi Hidayat mengatakan llaim pembayaran terbesar, yaitu rawat jalan sebesar Rp147 miliar, dan rawat inap sebesar Rp230 miliar.

“Prevalensi penyakit dengan biaya terbesar di Kepri tahun lalu, yakni operasi persalinan sebesar Rp85 miliar, lalu pernafasan Rp50 miliar, kemudian hemodialisis (cuci darah) dan katarak yang mencapai Rp128 miliar,” kata Nopi Hidayat dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR dan stakeholder terkait di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengapresiasi capaian Kepri yang telah meraih Universal Health Coverage (UHC), dengan cakupan kepesertaan JKN sebesar 98 persen.

Menurutnya capaian Kepri tersebut menjadi yang paling tinggi dari empat provinsi di wilayah II BPJS Kesehatan, meliputi Kepri, Riau, Sumatera Barat dan Jambi.

“Untuk Kepri, tinggal Kota Batam dan Kota Tanjungpinang butuh sekitar satu persen lagi, sehingga UHC prioritas tepenuhi,” ungkap Nopi Hidayat.

Lanjutnya menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di Kepri untuk mengintegrasikan data warga yang tersisa agar segera terdaftar program JKN. Totalnya sekitar 24.710 orang.

Ia turut menyebutkan jumlah peserta yang sebelumnya dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), sebanyak 57 orang telah melakukan pengaktifan kembali atau reaktivasi mandiri, lalu sesuai Surat Keputusan (SK) Kemensos yang sudah diaktifkan sebanyak 700 orang. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *