KEPRI TANJUNGPINANG

TANJUNGPINANG (VNEWS.click) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pembangunan Jembatan Batam-Bintan harus menunggu hasil studi kelayakan. Hal ini disampaikan oleh Luhut saat meninjau Landasan Jembatan Batam-Bintan di kota Batam.

Luhut menyampaikan kajian teknis pembangunan jembatan dan sudah dilakukan dan masih perlu pendalaman soal keekonomisan pembangunan jembatan. “Saat ini biar studi nya jalan. Nanti setelah hasil dari studi ke ekonomian dihitung, baru dilanjutkan,” ujarnya.

Masih kata Luhut, pemerintah pusat tidak ingin investasi besar dalam pembangunan jembatan tidak diimbangi penggunaan bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah pusat tidak ingin pembangunan Jembatan Batam-Bintan seperti Jembatan Barelang yang penggunaannya tidak efisien.

“Sudah sekian puluhan tahun, penggunaan Jembatan Barelang tidak efesian. Investasi sudah banyak, namun penggunaanya sangat minim. Sehingga kemanfaatan uang yang di investasikan tidak berguna,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Luhut, dalam laporan Gubernur Kepri Ansar Ahmad diperkirakan nantinya bakal ada 7.000 mobil lalu lalang di atas jembatan yang menghubungkan dua pulau itu dalam satu hari.
“Jadi semua pekerjaan pemerintah dalam rencana pembangunan harus berlandaskan dengan hasil kajian studi,”’ tutup Luhut.(Ego)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *