Tanjungpinang (Vnews.click) – Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 di awal tahun 2023 sangat menggembirakan, yang mana sejak tanggal 1 Januari 2023 hingga saat ini tercatat nol kasus aktif.
Kasus aktif yang tersisa per 3 Januari 2023 hanya 16 orang, tersebar di Batam 1 orang, Tanjungpinang 4 orang, Bintan 9 orang, Karimun 1 orang, dan Lingga 1 orang.
“Kami tetap mengimbau warga disiplin protokol kesehatan dalam kondisi tertentu, misalnya bergejala batuk atau bersin, sebaiknya pakai masker jika berada di tempat umum,” kata Tjetjep di Tanjungpinang, Selasa (3/2/2022).
Tjetjep juga mengatakan saat ini tingkat okupansi atau keterisian tempat tidur di rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 hanya dua persen.
“Ini tentu sangat menggembirakan, harapan kita kasus COVID-19 terus menurun hingga tercatat nol kasus,” ujar Tjetjep.
Tjetjep menyebut rendahnya tingkat keterisian pasien COVID-19 di rumah sakit, karena berdasarkan hasil survei serologi atau antibodi kekebalan tubuh warga Kepri sudah 90 persen kebal terhadap COVID-19. Namun, bukan berarti wabah COVID-19 tidak bisa masuk ke dalam tubuh, melainkan kebal dari terjangkit lebih parah sehingga tak perlu dibawa ke rumah sakit.
“Kalau dulu, 90 persen pasien bergejala COVID-19 dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu menyebut bahwa kasus COVID-19 sampai saat ini masih terjadi di tengah-tengah warga, namun gejala yang biasanya lengkap mencapai delapan gejala, sekarang rata-rata hanya dua sampai tiga gejala, seperti pusing, sakit kepala, sakit otot, atau bersin dan sakit tenggorokan.
Bahkan sekarang banyak pasien COVID-19 yang tidak merasakan kehilangan indera penciuman dan perasa.
“Warga juga mulai enggan memeriksakan diri apabila bergejala COVID-19, karena menganggap itu gejala penyakit biasa,” ujarnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

