Vnews.click, Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Tanjungpinang menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kekecewaan berat atas lambatnya penanganan kasus hilangnya salah satu kader terbaik mereka Christina Lindasari (43 tahun) di atas kapal Ro-Ro.
NasDem menilai pihak pengelola jasa penyeberangan dan otoritas terkait terkesan menutupi kronologis kejadian.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, menegaskan bahwa keselamatan setiap warga negara terutama pengguna jasa transportasi publik yang sah merupakan tanggung jawab mutlak dari penyedia layanan dan regulator. Namun, hingga hari ini pihak keluarga dan partai hanya dihadapkan pada ketidakpastian.
”Kami mempertanyakan mengapa peristiwa fatal di atas armada penyeberangan resmi bisa terjadi tanpa adanya penjelasan kronologi yang pasti, akuntabel, dan transparan. Di mana standar keselamatan, sistem pengawasan (CCTV), dan evaluasi operasional yang seharusnya menjadi jaminan dasar bagi setiap penumpang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya ketidakjelasan informasi ini tidak hanya memukul perasaan keluarga korban dan internal Partai NasDem, tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat luas yang bergantung pada jalur penyeberangan laut.
NasDem melihat adanya kelalaian serius dalam aspek keselamatan serta lemahnya iktikad baik dari pihak pengelola maupun otoritas terkait untuk mengusut tuntas kasus ini.
Atas dasar tersebut, DPD Partai NasDem Tanjungpinang mengeluarkan tiga desakan tegas kepada steakholder terkait.
Pertama, membuka rekaman CCTV dan kronologi kejadian.
Mendesak Kementerian Perhubungan, Otoritas Pelabuhan, serta manajemen PT ASDP/operator kapal untuk segera membuka seluruh bukti, rekaman CCTV, dan kronologi kejadian secara jujur serta transparan kepada pihak keluarga dan publik,” ujarnya.
Kedua, memaksimalkan pencarian dan penyelidikan
Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Tim SAR untuk memaksimalkan upaya pencarian korban serta melakukan penyelidikan menyeluruh demi mengungkap fakta sebenarnya tanpa ada yang ditutupi.
Ketiga, evaluasi total standar keselamatan
Mendesak Pemerintah Daerah dan otoritas terkait untuk aktif mengawal pemenuhan hak-hak korban, serta melakukan evaluasi total terhadap standar keselamatan seluruh armada kapal Ro-Ro yang beroperasi.

Partai NasDem Tanjungpinang menegaskan tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga kebenaran terungkap secara terang benderang. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian ini harus memberikan pertanggungjawaban yang seadil-adilnya demi kemanusiaan dan keselamatan warga negara.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang menggelar operasi pencarian terhadap satu orang penumpang kapal Ro-Ro atau KMP Bahtera Nusantara 03 yang dilaporkan hilang dan diduga terjatuh di perairan Bintan.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli mengatakan insiden bermula saat Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 03 bertolak dari Tanjung Uban menuju Tambelan, Kabupaten Bintan, Selasa (21/7/2026), sekitar pukul 23.00 WIB.
Kemudian pada Rabu (22/7/2026), sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban menyadari bahwa ibunya yang bernama Christina Lindasari sudah tidak berada di atas kapal. (Rais)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

