EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Minyak goreng subsidi MinyaKita kembali langka di Kota Tanjungpinang belakangan ini, akibat keterlambatan pengiriman dari Dumai dampak kendala transportasi laut.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang, Sadmi Al Qoyum, mengatakan alokasi MinyaKita sebenarnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun distribusi terganggu karena jadwal kapal mengalami penundaan.

“Harusnya Senin kemarin masuk sekitar 4.400 dus, namun pengiriman tertunda satu minggu,” ujar Sadmi, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya apabila tidak ada perubahan jadwal kapal, sekitar 8.800 dus atau setara 150 ton MinyaKita diperkirakan tiba di Tanjungpinang pada Jumat atau Sabtu pekan ini.

Pasokan tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Tanjungpinang, Bintan, hingga Lingga.

“Estimasi kita Jumat atau Sabtu sudah masuk. Mudah-mudahan tidak ada lagi kendala kapal,” katanya.

Sadmi menambahkan, penyaluran MinyaKita kini juga diawasi lebih ketat melalui aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).

Distributor hanya diperbolehkan memasok pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan telah terdaftar dalam sistem tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 116 pengecer di Tanjungpinang dan Bintan yang telah terdaftar di SIMIRAH.

Ia juga mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita tetap sebesar Rp15.700 per liter.

“Kalau masyarakat menemukan harga di atas HET, silakan cek apakah penjualnya sudah terdaftar di SIMIRAH atau belum,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *