Tanjungpinang (Vnews.click) – Menteri Agama RI, Nasarudin Umar, melantik pengurus Badan Penasihatan Perkawinan, Perselisihan, dan Perceraian (BP4) Provinsi Kepri periode 2025-2030 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam.
Dalam kesempatan ini, Menag meminta BP4 Kepri berperan aktif menurunkan angka perceraian, karena Kepri menjadi salah satu provinsi dengan angka perceraian cukup tinggi di Indonesia.
Nasarudin menyoroti tren kasus perceraian di Kepri yang didominasi cerai gugat dibanding cerai talak, atau lebih banyak istri yang menggugat cerai suami. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kepri, jumlah kasus perceraian sepanjang 2025 mencapai 4.298 perkara.
Nasarudin juga mencontohkan pemandangan sehari-hari di Pengadilan Agama, Jakarta Timur, banyak kaum wanita/istri antre untuk menceraikan suami.
Ia menyebut kasus-kasus perceraian paling banyak terjadi di sejumlah kota besar, dengan rata-rata usia perceraian lima tahun pertama pernikahan.
“80 persen angka perceraian didominasi pernikahan berusia lima tahun ke bawah, sehingga banyak yang menjadi janda muda. Ini berbanding lurus dengan meningkatnya perkawinan di bawah tangan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Nasarudin mendorong BP4 Kepri meningkatkan kontribusinya untuk meminimalisir kasus perceraian, karena ketika terjadi perceraian maka akan terjadi orang miskin baru, yang pada umumnya dialami istri dan anak.
Selain itu, perceraian orangtua ikut berdampak buruk terhadap anak. Berdasarkan penelitian, 80 persen kenakalan remaja seperti narkoba lahir dari keluarga berantakan atau perceraian.
Menag turut menyinggung bahwa 60 persen ayat di dalam Al-Quran, berbicara tentang rumah tangga. Sangat sedikit ayat yang berbicara tentang negara atau masyarakat.
Dia menegaskan tidak mungkin ada negara ideal yang tersusun di atas masyarakat berantakan, dan tak ada masyarakat ideal tanpa keluarga yang utuh.
Lanjutnya keluar utuh otomatis berkontribusi melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat kuat akan menjadikan sebuah negara yang kuat pula.
“Maka itu, penting membina sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

