Vnews.click, Tanjungpinang – Polresta Tanjungpinang kini tengah berpacu dengan waktu untuk membongkar teka-teki besar di balik dua upaya penyelundupan narkotika yang nyaris menembus sistem keamanan kota ini.
Dalam kurun waktu pertengahan April 2026, dua pintu masuk utama, Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menjadi saksi bisu upaya sindikat narkoba internasional menyusupkan barang haram.
Menembus Celah Udara, penyelidikan bermula pada 14 April 2026, saat mesin X-Ray di Terminal Kargo Bandara RHF mendeteksi anomali pada sebuah paket kiriman.
Hasilnya mengejutkan, seberat 691 gram sabu ditemukan tersembunyi di balik kemasan yang dirancang untuk mengelabui petugas.
Paket ini diketahui memiliki rute penerbangan menuju Kendari, Sulawesi Tenggara, yang mengindikasikan bahwa Tanjungpinang bukan sekadar pasar, melainkan titik transit strategis dalam jaringan distribusi udara.
Jalur Laut dan Keterlibatan Asing
Hanya berselang beberapa hari, tensi pengamanan kembali memuncak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Petugas Bea Cukai (BC) berhasil mencegat dua Warga Negara Asing (WNA) yang diduga kuat berperan sebagai kurir lintas batas.
Dari tangan mereka, petugas menyita barang bukti yang jauh lebih masif, senerat 2 Kilogram Sabu dan sebanyak 1.000 butir pil ekstasi.
Keterlibatan warga asing ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan sindikat transnasional yang memanfaatkan jalur laut internasional untuk memasok narkotika ke wilayah Kepulauan Riau.
”Kami tidak ingin terburu-buru merilis informasi yang prematur. Saat ini tim sedang bekerja di lapangan untuk memetakan struktur jaringan ini. Fokus kami bukan hanya kurir, tapi siapa otak di balik pengiriman ini,” ujar Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, Jumat (17/4/2026)
Pendalaman dan Teka-Teki Tersangka.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menutup rapat informasi mendetail mengenai identitas tersangka maupun total akumulasi barang bukti demi kepentingan pengembangan kasus.
Langkah ini diambil untuk mencegah “pemutusan rantai” informasi oleh jaringan utama sebelum polisi berhasil melacak koordinat para bandar besar.
Dua kasus ini menjadi alarm keras bagi otoritas keamanan di Tanjungpinang.
Polresta kini tengah mendalami apakah penyelundupan via kargo udara dan kurir WNA di pelabuhan ini dikendalikan oleh satu pintu yang sama, ataukah Tanjungpinang sedang dikepung oleh berbagai faksi sindikat narkotika yang berbeda. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

