Vnews.click, Tanjungpinang – Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri, Syarti Widya, menyatakan sekolah tidak dipaksa menerima makan bergizi gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kalau sekolah menganggap MBG tidak diperlukan saat Ramadhan, tak apa-apa. Sama seperti libur anak sekolah kemaren, satuan pendidikan tak dipaksa terima MBG oleh BGN,” kata Widya, Jumat (6/2/2026).
Menurut dia hal itu asalkan sudah ada kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Sekolah yang tidak ingin menerima MBG sepanjang Ramadhan, kata dia, tinggal menyampaikan atau berkoordinasi langsung dengan SPPG.
Widya memastikan pada momen bulan puasa, BGN tetap menjalankan program MBG yang menyasar para pelajar, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Menu MBG yang disalurkan itu dalam bentuk makanan kering untuk berbuka puasa, seperti roti, kurma, telur hingga kolak.
“Kalau di sekolah, MBG dibagikan saat siang hari menuju waktu berbuka, lalu makanan bisa dibawa pulang ke rumah. Siswa Muslim mapun non-Muslim, perlakuannya sama,” ungkapnya.
Widya menambahkan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut terhadap pelaksaan MBG saat Ramadhan dari Badan Gizi Nasional RI.
Ia turut memaparkan sejauh ini total dapur SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kepri mencapai 199 unit dari target 303 unit hingga pertengahan tahun 2026.
Jumlah penerima manfaat MBG sudah sekitar 503 ribu orang atau 80 persen dari target sasaran 638 ribu orang. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

