KEPRI PEMERINTAHAN POLITIK SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Nurika Faizah (23 tahun), seorang anak keturunan Singapura dan Indonesia, memutuskan memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal itu ditandai dengan pengambilan sumpah setia WNI baru yang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau (Kanwil Kemenkum Kepri), Edison Manik di Aula Ismail Saleh, Kanwil Kemenkum Kepri, Tanjungpinang, Rabu (20/8/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Nurika Faizah secara resmi mengucapkan sumpah setia sekaligus dikukuhkan sebagai WNI.

Prosesi ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022 tentang perubahan atas PP Nomor 2 Tahun 2007 mengenai tata cara memperoleh, kehilangan, pembatalan, dan memperoleh kembali kewarganegaraan RI.

Edison Manik menyampaikan pengambilan sumpah setia ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum, khususnya bagi anak-anak hasil perkawinan campuran.

Dengan selesainya prosesi ini, maka hak dan kewajiban sebagai WNI resmi melekat pada diri Nurika Faizah.

“Kami berpesan agar yang bersangkutan senantiasa menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjaga kesetiaan kepada NKRI, serta menghormati keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik.

Sementara itu, Nurika Faizah awalnya memiliki kewarganegaraan ganda, karena ayahnya warga negara Singapura, sedangkan ibu warga Indonesia.

Ia mengaku senang akhirnya bisa diterima menjadi warga Indonesia setelah sekitar satu bulan mengurus dokumen menjadi WNI.

“Terimakasih kepada seluruh Kanwil Kemenkum Kepri, karena sudah membimbing serta membantu selama pengurusan hingga pengambilan sumpah setia menjadi WNI,” ucapnya.

Nurika turut menyampaikan alasannya memutuskan menjadi WNI, sebab sejak kecil sudah tinggal dan mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai kuliah di Indonesia.

Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang, Jawa Tengah.

Dia akhirnya memutuskan untuk berbakti untuk Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *