Tanjungpinang (Vnews.click) – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi NasDem Agus Chandra Wijaya mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kebijakan Wali Kota Rahma yang telah mengukuhkan Tim percepatan Pembangunan (TPP) Kota Tanjungpinang.
Dengan adanya TPP tersebut, ia sangat mengharapkan pembangunan di Kota Tanjungpinang bisa sejajar dengan pembangunan di Kota Batam, sehingga mempunyai daya saing yang kompetitif dengan daerah lainnya di Indonesia.
“Tanjungpinang terletak di daerah yang sangat strategis dan berhadapan dengan Singapura Malaysia,” kata Agus Chandra Wijaya, Kamis (29/9/2022).
Legislator muda itu menyebut Tanjungpinang perlu mencontohi Batam dari segi pembangunan.
Menurutnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Rudi, Batam menjelma menjadi kota industri dan pariwisata yang terus berkembang.
“Pembangunan Batam, adalah sebuah contoh yang terbaik dan dekat untuk kita duplikasi dan aplikasi di Tanjungpinang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengukuhkan Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Tanjungpinang masa bakti 2022-2023, di aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (28/9/2022).
Tim yang dibentuk itu diketuai Sekretaris Daerah (sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat dan beranggotakan 20 orang pejabat yang terdiri dari kepala OPD dan kepala bagian sekretariat daerah kota Tanjungpinang.
Pengukuhan yang disejalankan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema peluang pelayanan investasi dan potensi pembangunan kota Tanjungpinang, menghadirkan pembicara utama yakni Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi.
Wali Kota Rahma dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Rudi sebagai kepala BP Batam sekaligus Wali Kota, dalam kegiatan ini dan berbagi pengalaman bagaimana membangun kota Batam.
“Menjadi satu kehormatan bagi kami pemko dan masyarakat, pak Rudi bisa mengispirasi kami untuk mewujudkan pembangunan di kota Tanjungpinang,” ucap Rahma.
Kehadiran Wali Kota Rudi, lanjut Rahma, diharapkan menjadi motivasi dan dorongan bagi tim percepatan pembangunan Kota Tanjungpinang yang baru saja dikukuhkan.
“Banyak kerja yang harus dikejar. Karena sisa masa jabatan saya bersama pak Endang tersisa satu tahun, maka saya bersama seluruh jajaran harus berlari untuk mengejar target RPJMD sampai 2023,” ucapnya.
“Dengan kolaborasi dan doa terbaik dari masyarakat, walaupun tidak sama dengan Batam, minimal kami bisa membangun sesuai dengan APBD kota Tanjungpinang,” tambah Rahma
Sementara itu, Ketua TPP Kota Tanjungpinang, Zulhidayat yang juga Sekretaris Daerah, mengatakan tentu nanti tim ini akan mencoba mengumpul dan mengindentifikasikan potensi-potensi yang dapat dikembangkan dalam waktu dekat.
Menurutnya banyak orang ahli mengakui bahwa potensi yang ada di Tanjungpinang itu investasi dan pariwisata.
“Soal Investasi, saya pikir orang tidak meragukan BP Batam. Bukan di Indonesia saja, bahkan investor luar negeri juga mengakui pelayanan yang diberikan BP Batam,” ucapnya.
Zulhidayat menyebut pihaknya juga akan melakukan upaya-upaya indentifikasi memanfaatkan potensi pulau Batam dalam rangka mengembangkan perekonomian di Tanjungpinang, baik sektor investasi maupun pariwisata.
“Kita nanti lebih, bagaimana mengelola dan memanfaatkan investasi dan tadi yang paling memungkinkan adalah memanfaatkan kolaborasi pengembangan pariwisata bareng-bareng,” pungkasnya.
Seusai menjadi pembicara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam, mengatakan kehadirannya di Tanjungpinang dalam rangka berbagi pengalaman sebagai kepala BP Batam.
Ia memberikan pandangan, membangun sebuah kota itu, hal yang terpenting adalah mengetuk pintu hati kecil kita masing-masing untuk membangun, jangan pernah tanya soal duit, karena itu bisa dicari.
“Kalau hati kita mau pasti ada jalan. Alhamdulillah, berbagai infrastruktur di Kota Batam sudah terbangun,” ucap Rudi.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mendorong kota dan kabupaten lain di Kepri juga tumbuh seperti Kota Batam.
Intinya, lanjut dia, ia mendorong warga Kepri dapat andil membangun daerahnya. Menurutnya, jika kolektivitas sudah terbentuk pembangunan daerah akan lancar dan ekonomi akan bangkit. Muaranya masyarakat akan tersejahterakan.
“Intinya saya mengetuk hati kecil kita masing-masing agar dapat membangun daerah di mana kita tinggal. Kalau hati kita sudah terketuk, saya kira semua akan berjalan dengan baik,” kata Rudi.
Dalam paparannya, Rudi mengungkapkan ada empat lompatan besar yang kini jadi fokus pembangunan Batam. Tentu saja ini tanpa menanggalkan pembangunan lain, terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Empat lompatan pembangunan tersebut yakni pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan KEK Kesehatan di Sekupang hingga melanjutkan pengembangan infrastruktur jalan. (Lus).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

