Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mochammad Bisri menyampaikan daerahnya termasuk salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang dinyatakan bebas dari penyakit rabies oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Adapun tujuh provinsi lainnya, yakni Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
“Kepri sampai hari ini masih nol kasus rabies. Capaian ini harus terus dipertahankan, karena kalau sudah ditemukan satu kasus, maka berpotensi jadi pandemi,” kata Bisri, Rabu (28/9/2022).
Meskipun Kepri statusnya zero dari kasus rabies, menurut Bisri, langkah antisipasi tetap harus dilakukan.
Ia menyebut pencegahan penyebaran kasus rabies di daerah itu tentu melibatkan berbagai instansi terkait, salah satunya Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang.
“Kalau dinas kesehatan, sifatnya lebih kepada penanganan pelayanan kesehatan jika ada korban terkena gigitan hewan penular rabies (HPR), misalnya anjing dan kucing,” ujar Bisri.
Bisri meminta karantina pertanian memperketat pengawasan lalu lintas HPR melalui jalur darat, laut maupun udara ke daerah setempat. Tujuannya jangan sampai ada HPR dari luar daerah yang terdapat sebaran kasus rabies masuk ke Kepri.
“Harus betul-betul dipastikan bahwa HPR yang masuk ke Kepri lolos pemeriksaan karantina pertanian, seperti halnya tumbuh-tumbuhan,” ujar Bisri.
Selain itu, Bisri juga mengimbau bagi warga yang memiliki hewan peliharaan di rumah supaya bertanggung jawab terhadap kesehatan peliharaanya melalui pemeriksaan rutin ke klinik hewan guna mengantisipasi adanya penyakit rabies.
Hewan peliharaan pun harus divaksin dan dikontrol dengan baik agar tidak liar, karena berpotensi tertular virus ketika bertemu dengan hewan sejenis yang terinfeksi rabies.
“Misalnya kucing bertemu kucing, saling menularkan virus satu sama lainnya. Makanya harus dikontrol dan dijaga kesehatan hewan peliharaannya,” ucap Bisri.
Bisri menambahkan tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia. Rabies merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia atau zoonosis mematikan di dunia, di mana setiap tahun sekitar 35.000-50.000 orang meninggal karena penyakit ini. (Lus).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

