Tanjungpinang (Vnews.click) – Gugus tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kini terbentuk di Provinsi Kepri, yang dikukuhkan secara simbolis oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (21/7/2025).
Gugus tugas tersebut berisikan dari berbagai instansi terkait, mulai dari Pemerintah daerah, Kepolisian, hingga TNI.
Ketua Umum Gugus Tugas TPPO ini dijabat Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Ketua, Nyanyang Haris Pratamura.
Kemudian, Ketua Harian dijabat oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, lalu Ketua Pelaksana Harian Wakapolda, Brigjen Pol Anom Wibowo.
“Gugus tugas ini bagus untuk menangani TPPO. Strukturnya juga melibatkan semua struktur, tinggal kita koordinasi bersama untuk mengawasi daerah yang rawan,” kata Ansar Ahmad usai pengukuhan.
Ansar menambahkan bahwa terdapat 10 pintu yang dijadikan tempat keluar dan masuknya korban TPPO. Berdasarkan data dari Mabes Polri, tujuh di antara pintu tersebut berada di Provinsi Kepri.
Namun ia tidak mengetahui secara pasti, lokasi tujuh pintu di Kepri yang dijadikan tempat keluar masuknya korban TPPO tersebut.
“Nanti akan kita identifikasi dimana saja lokasi yang rawan tersebut,” ujarnya.
“Negara tidak melarang warga kerja diluar negeri, yanh dilarang adalah warga negara pergi kerja tampaelalui prosedur dan menjadi korban perdagangan orang,” tambahnya.
Sementara itu, Irjen Asep menyampaikan bahwa Pemerintah sama sekali tidak melarang warga Indonesia untuk bekerja di luar negeri.
Kendati demikian, para pekerja migran indonesia ini harus mengikuti prosedur, sehingga tidak menjadi korban TPPO.
Menurutnya, wilayah Kepri yang sebagian besarnya merupakan perairan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, membuat daerah tersebut rawan menjadi tempat keluar dan masuknya korban TPPO.
“Apalgi saat ini modusnya melalui jalur (Pelabuhan) resmi. Dengan cara menggunakan paspor pelancong, namun bekerja di negara tujuan,” tambahnya.
Sehingga, menurutnya perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan dan penindakan pelaku TPPO tersebut.
“Tentunya kita akan terus berkolaborasi dengan pihak terkait. Jangan sampai ada warga Kepri yang jadi korban TPPO,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

