EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri menyampaikan nilai ekspor ekspor ikan segar sepanjang tahun 2023 mencapai 12,843 ton atau senilai Rp354,4 miliar.

Pj Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang BKHIT Kepri, Dwi Sulistiyono, mengatakan, rata-rata frekuensi ekspor ikan segar di Kepri mencapai 4.200 kali pengiriman atau shipment dalam setahun.

“Dengan negara tujuan ekspor seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Australia serta Amerika. Adapun 85 persen pasar ekspor didominasi Singapura,” kata Dwi, Sabtu (14/12/2024).

Jenis ikan yang diekspor beragam, mulai dari kerapu, kaci, kakap dan paling dominan tenggri.

Selain ikan segar, Kepri juga mengekspor ikan hidup tujuan Hongkong, seperti kerapu sunuk, kerapu tiger, kerapu cantang, lobster serta napoleon dengan nilai jual paling tinggi. Frekuensi ekspor ikan hidup per tahun berkisar 60 sampai 70 kali pengiriman.

“Tahun 2023, ekspor Ikan hidup tujuan Hongkong tercatat sekitar 22 ribu ekor, dengan nilai ekonomis sekitar Rp32 miliar,” ungkap Dwi.

Dia menyampaikan ikan-ikan yang diekspor dari Kepri sepenuhnya dihasilkan nelayan setempat. Kegiatan ekspor dilakukan melalui eksportir yang memang sudah memiliki badan hukum dalam bentuk CV atau PT.

Sesuai ketentuan, kata dia, produk ikan yang akan ekspor tersebut harus dilaporkan ke BKHIT Kepri guna dilakukan pemeriksaan/pengujian kesehatan sebelum diekspor.

Ia mencontohkan untuk pengujian ikan hidup, pelaporan maksimal satu hari sebelum keberangkatan supaya memberikan rentang maksimal dalam hal pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya, petugas BKHIT akan melakukan pengambilan sampel ikan untuk diuji secara laboratoris sesuai persyaratan di negara tujuan ekspor. Misalnya Hongkong, yang memberlakukan pemeriksaan untuk penyakit viral nervous necrosis (VNN).

“Setelah dinyatakan bebas penyakit, baru kami terbitkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan bahwa ikan yang dilalulintaskan dari Kepri sudah bebas penyakit,” ungkap Dwi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *