Vnews.click, Tanjungpinang – Pesan tajam mengawali Ramadan 1447 Hijriah disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal.
Ia mengingatkan jemaah bahwa tidak semua orang yang berpuasa otomatis meraih pahala, karena ada yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus tanpa nilai ibadah.
Menurutnya, esensi puasa jauh lebih dalam daripada sekadar menahan makan dan minum. Puasa sejati adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan maupun mengurangi nilai ibadah itu sendiri.
“Ada orang yang melaksanakan puasa hanya menahan haus dan lapar saja. Padahal yang lebih utama adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa itu,” ujar Erizal.
Erizal juga menjelaskan salah satu bentuk keringanan dalam ibadah puasa Ramadan, yaitu ketika seseorang lupa lalu makan atau minum.
Dalam kondisi tersebut, puasa tetap sah karena merupakan bentuk rahmat dari Allah SWT kepada umat-Nya.
Lebih jauh, ia menekankan keutamaan luar biasa Ramadan sebagai bulan pengampunan dosa. Siapa pun yang menjalankan puasa dengan iman dan penuh keikhlasan, kata dia, insya Allah akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa masa lalu.
“Siapa yang berpuasa di bulan suci Ramadan, Allah akan ampuni dosa-dosanya yang lalu,” ujarnya.
Erizal juga menyoroti fenomena maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi perpesanan. Dirinya mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya berdampak secara moral, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum karena telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Hindari menyebarluaskan berita hoaks. Ada Undang-Undang ITE yang mengaturnya. Kalau tidak mau dituntut, maka kita harus melakukan kroscek atau tabayun terlebih dahulu sebelum membagikan informasi,” katanya mengingatkan.
Tak lupa, Erizal mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai atau menyebarkan setiap informasi yang diterima, khususnya melalui pesan WhatsApp atau media sosial lainnya.
Menurutnya, sikap selektif dan tabayun merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim yang bertanggung jawab.
“Kalau ada konten masuk melalui pesan WhatsApp, jangan langsung di-share. Lakukan penyaringan terlebih dahulu,” pesannya.
Erizal pun menegaskan bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari kemampuan menjaga sikap, ucapan, serta perilaku di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari.
Awal Ramadan pun menjadi titik refleksi, siapa yang mampu menjaga puasanya secara lahir dan batin, dialah yang berpotensi meraih ampunan dan keberkahan penuh di bulan suci. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

