TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (vnews.click) – Angkutan Kota (angkot) semakin tertinggal dan kurang diminati masyarakat Tanjungpinang seiring makin maraknya transportasi online di era digital sekarang.

Hal tersebut terlihat dari sejumlah angkot yang mangkal di wilayah Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Pasar selama berjam-jam tanpa dapat penumpang.

Salah satu supir angkot, Rikardo, mengakui bahwa sepinya penumpang angkot, karena maraknya transportasi online yang lebih murah dengan jarak yang lebih jauh.

“Sekarang kalah dengan banyak nya ojek sama taksi online, apa lagi anak sekolah masih belum masuk,” ungkap Rikardo, Sabtu (2/7/2022).

Selain Rikardo, beberapa supir angkot juga mengeluhkan hal yang sama, ditambah dengan harga BBM yang cukup tinggi membuat pemasukan mereka menjadi sangat kecil.

“Parah bang, cukup untuk makan aja. Harapannya pemerintah memberikan subsidi BBM untuk angkot-angkot ini,” harap Muhammad Nur dan supir angkot lainnya.

Meski begitu, harga ongkos yang di patok oleh para supir angkot tidak mengalami kenaikan, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang tergantung jarak yang ditempuh. (Mis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *