Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat, terdapat 10.061 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di daerah itu selama periode Januari-Oktober 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.782 orang atau 77 persen telah ditemukan dan masih hidup. Artinya, masih ada sekitar 2.086 orang yang belum terjangkau layanan perawatan atau pengobatan HIV/AIDS yang disediakan pemerintah.
“Dari 7.782 yang ditemukan, sebanyak 7.614 orang atau 98 persen sudah pernah masuk layanan, namun masih terdapat 169 orang yang hilang setelah diagnosis sebelum memulai perawatan,” kata Bisri, Selasa (2/12/2025).
Dari 7.614 pasien yang sudah pernah masuk layanan, terdapat 6.738 orang atau 88 persen telah memulai terapi antiretroviral (ART), namun terdapat 876 orang yang sudah terdiagnosis tetapi belum memulai ART.
Bisri menjelaskan ART pengobatan HIV dengan menggunakan kombinasi obat-obatan untuk menekan pertumbuhan virus, bukan untuk menyembuhkannya.
Selanjutnya, dari 6,738 yang memulai ART, sebanyak 5.296 orang atau 68 persen masih aktif dalam pengobatan. Sisanya, terdiri dari pasien lost to follow-up (putus minum obat), meninggal, pindah layanan, atau tidak aktif.
Dari yang masih aktif ART, lanjut Bisri, terdapat 3.187 orang sudah menjalani pemeriksaan viral load, dan 3.073 di antaranya atau 58 persen telah mencapai supresi virus. Ini menunjukkan bahwa efektivitas pengobatan sudah baik.
“Dengan hasil ini, fokus upaya ke depan adalah peningkatan penemuan kasus, pendampingan pasien menuju ART, serta
memperbaik retensi agar target nasional 95-95-95 dapat tercapai secara menyeluruh,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

