Tanjungpinang (vnews.click) – Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rahma menilai wajar jika terjadi kenaikan harga daging sapi di pasaran dari Rp160 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
“Alasan pedagang naikkan harga juga masih bisa diterima secara logika,” kata Rahma di Tanjungpinang, Jumat (29/4).
Rahma menyebut pedagang terpaksa menaikkan harga daging sapi hingga Rp180 per kilogram sejak H-7 lebaran, karena rata-rata konsumen hanya membeli daging sapi murni, sementara jeroan atau bagian dalam tubuh sapi tidak laku terjual.
“Jadi, untuk menutupi kerugian akibat jeroan tak terserap pasar, pedagang harus menaikkan harga jual daging sapi murni,” ucap Rahma.
Namun demikian, menurutnya, kenaikan harga daging sapi tersebut masih dalam batas wajar.
Ia juga sudah mengingatkan agar seluruh pedagang tidak menaikkan harga daging sapi sesuka hati dengan memanfaatkan momentum hari raya Idul Fitri.
Pemkot Tanjungpinang, lanjut dia, memastikan terus mengawal ketersediaan dan harga daging sapi tetap terjaga guna mengantisipasi tingginya permintaan warga beberapa hari menyambut Lebaran.
“Kalau ada kenaikan harga sedikit, itu lumrah terjadi pada momen hari besar keagamaan. Asalkan pasokan tetap tersedia dan cukup jelang Lebaran,” ucap Rahma.
Sementara itu, seorang pedagang daging sapi di pasar Bintan Center, Kilometer 9 Tanjungpinang Tamrin menyebut kenaikan harga daging sapi jelang Lebaran tahun ini, turut dipicu naiknya harga sapi hidup dari daerah asal Lampung sekitar Rp9 ribu per kilogram.
Kenaikan juga dilakukan demi menjaga pasokan daging sapi mencukupi, karena permintaan pembeli sudah mulai tinggi jelang Lebaran.
“Saya pribadi telah menyiapkan 45-47 ekor sapi untuk memenuhi permintaan masyarakat menyambut Idul Fitri,” kata Tamrin. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

