DPD RI PENDIDIKAN POLITIK

VNews.click, Kupang – Anggota DPD RI Irman Gusman bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (25/10/2025).

Pertemuan yang dihadiri dua Wakil Rektor, para dekan, dan ketua program studi Universitas Muhamadiyah Kupang menjadi momentum memperkuat peran strategis Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pembangunan masyarakat.

Irman Gusman menilai, keberadaan Universitas Muhammadiyah Kupang beserta jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah di NTT memiliki arti strategis.

Senator Indonesia asal Provinsi Sumatra Barat itu menegaskan, kehadiran Muhammadiyah di Kupang, Alor, dan Flores dengan jumlah mahasiswa yang disebut mencapai lebih dari 10.000 orang, menjadikan Muhammadiyah memiliki kontribusi penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan membangun sumber daya manusia di kawasan NTT.

“Di tengah keberagaman masyarakat NTT, kampus Muhammadiyah memiliki peran yang sangat penting. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk mendidik mahasiswa, tetapi juga untuk membangun peradaban, memperkuat toleransi, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” katanya.

Identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, lanjutnya, harus tercermin dalam kualitas pendidikan, integritas akademik, inovasi, dan kontribusi nyata terhadap persoalan masyarakat.

Anggota Komite I DPD RI itu juga mengingatkan, pertumbuhan perguruan tinggi swasta, khususnya di Kota Kupang, harus menjadi pemacu bagi Universitas Muhammadiyah Kupang untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing.

“Kampus Muhammadiyah harus berani bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kualitas akademik, penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan karakter lulusan harus menjadi perhatian utama. Kita ingin lulusan Muhammadiyah tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, penguatan perguruan tinggi Muhammadiyah perlu dilakukan melalui kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan.

Dia juga mendorong Universitas Muhammadiyah Kupang agar tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, inovasi, pendampingan UMKM, dan inkubasi bisnis bagi masyarakat NTT.

“Kita harus membangun ekosistem yang menghubungkan kampus dengan UMKM. Kampus memiliki pengetahuan, riset, teknologi, dan sumber daya manusia. Sedangkan UMKM memiliki potensi ekonomi dan kedekatan dengan kebutuhan masyarakat. Jika keduanya disinergikan, Muhammadiyah dapat menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang konkret,” lanjutnya.

Irman menilai mahasiswa dan dosen dapat dilibatkan dalam pendampingan usaha mikro, pengembangan produk lokal, pemasaran digital, penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

Dengan pendekatan tersebut, kata Irman, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat pelaku usaha kecil, dan membuka peluang kerja baru.

“Kita ingin Universitas Muhammadiyah Kupang menjadi pusat lahirnya generasi unggul, melahirkan wirausahawan muda, memperkuat ekonomi umat, serta membangun masyarakat NTT yang lebih maju dan sejahtera. Inilah wujud nyata Islam berkemajuan,” pungkasnya.[Fas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *