KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan ada beberapa pemicu harga cabai dan sayur di dua pasar tradisional setempat naik dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Stabilisasi Harga Disdagin Tanjungpinang Muhammad Endy Febri menyebut kenaikan harga cabai disebabkan pengiriman cabai dari luar daerah khususnya asal Surabaya ke Tanjungpinang, sekarang lebih banyak menggunakan transportasi pesawat sehingga ikut berdampak pada naiknya harga salah satu komoditas pokok tersebut.

“Kalau pengiriman cabai menggunakan kapal laut dari dari Aceh atau Sumatera Utara agak lambat. Pedagang khawatir cabainya kurang segar atau busuk jika terlalu lama di kapal. Kalau busuk, pedagang merugi karena cabai tak terjual,” ujar Endy Febri di Tanjungpinang, Rabu.

Sementara untuk kenaikan harga sayur, kata dia, dipengaruhi tidak maksimalnya hasil panen produk sayur petani lokal di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) akibat curah hujan yang tinggi.

Ia menegaskan kenaikan harga sayur itu memang murni karena faktor alam, sehingga yang menjadi atensi pihaknya saat ini ialah memantau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar jangan sampai stok sayur justru langka di pasaran.

“Kalau pasar/gerai pangan untuk penjualan hasil petani lokal tetap terus berjalan seperti biasa, yang dikelola langsung Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan atau DP3 Tanjungpinang,” sebutnya.

Lanjutnya menyampaikan dari hasil pantauan terhadap distributor sembako, belum ditemukan adanya kendala pasokan cabai maupun sayur yang dari luar daerah ke Tanjungpinang.

Pihaknya juga meminta distributor terus mendatangkan komoditas pangan luar daerah menggunakan jalur laut bahkan udara, baik melalui pintu masuk Tanjungpinang, Bintan maupun Batam.

“Kita pastikan stok pangan terutama cabai dan sayur aman. Karena ini faktor alam, mudah-mudahan di penghujung musim penghujan, fluktuasi kenaikan harga cabai dan sayur ini tidak bertahan lama,” katanya pula.

Berdasarkan data harga sembako yang dirilis Disdagin Tanjungpinang per 31 Januari 2023, harga komoditas sayur di dua pasar tradisional rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram. Antara lain kacang panjang, kangkung, sawi, bayam, dan timun.

Sementara harga cabai seperti cabai merah dan rawit jawa naik di kisaran Rp8 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.

Sedangkan harga komoditas lain seperti bawang, beras, gula, tepung, telur, daging dan ikan masih tergolong stabil. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *