Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman menyatakan pihaknya bertanggung jawab terhadap peredaran hewan kurban di masyarakat jelang hari raya Idul Adha tahun 2024.
Robert menyebut DP3 melalui bidang peternakan, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner telah membentuk tiga tim untuk melakukan pengecekan terhadap hewan kurban di kandang-kandang milik peternak.
Pengecekan bertujuan untuk diberikan sertifikat atau label SL (sehat dan layak) terhadap hewan kurban yang akan dijual kepada masyarakat dalam menyambut perayaan Idul Adha.
“Sehat artinya bebas penyakit. Layak artinya tidak cacat, misalnya tidak pincang,” ujar Robert, Selasa (4/6/2024).
Robert menyampaikan saat ini proses pengecekan hewan kurban masih berlangsung, di mana setengah dari jumlah hewan kurban yang ada di kandang-kandang peternak sudah dicek dan dilabeli sertifikat SL.
Ia menargetkan jelang Idul Adha 2024, seluruh hewan kurban di kandang peternak sudah dicek kesehatan dan kelayakannya oleh tim veteriner DP3 Tanjungpinang.
“Ada sekitar 30 kandang peternak di Tanjungpinang. Dalam sehari, petugas kami mampu mengecek rata-rata 70 ekor hewan kurban,” ungkapnya.
Robert turut mengimbau masyarakat tidak membeli hewan kurban yang tidak dilabeli sertifikat SL, karena belum tentu sehat dan layak untuk dikonsumsi.
Sebaliknya, masyarakat diminta membeli hewan kurban berlabel SL dalam bentuk tanda kalung di leher hewan kurban tersebut.
“Kalau sudah dilabeli SL, maka hewan kurban itu aman dan sehat untuk dipotong dan dikonsumsi masyarakat saat Idul Adha,” pungkas Robert.
Ia menambahkan saat ini stok hewan kurban di Kota Tanjungpinang tercatat sebanyak 1.621 ekor dan dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriah. Jumlah tersebut meliputi 729 ekor sapi dan 892 ekor kambing.
Sementara untuk kebutuhan hewan kurban jelang Idul Adha diprediksi sekitar 1.100 ekor, sehingga khusus di wilayah Tanjungpinang masih mengalami surplus hewan kurban sekitar 500 ekor lebih.
Oleh karena itu, kata Robert, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, karena stok di kandang peternak sudah dihitung lebih dari cukup.
“Idul Adha tahun lalu kebutuhan hewan kurban sekitar 1.000 ekor. Tahun ini diprediksi naik 10 persen menjadi 1.100 ekor,” pungkas Robert. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

