HUKUM KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau (Ditjen Imigrasi Kepri) bersama Jabatan Imigresen Malaysia memperkuat koordinasi penanganan orang asing antarkedua wilayah perbatasan tersebut.

Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan delegasi Jabatan Imigresen Malaysia di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat di Kota Tanjungpinang, Rabu (30/9/2026), yang merupakan bagian dari rangkaian 1st JIETF Meeting Indonesia dan Malaysia pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 di Kota Batam.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan delegasi Jabatan Imigresen Malaysia, karena ini jadi momentum memperkuat kerja sama dan koordinasi keimigrasian antara Indonesia dan Malaysia,” kata Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonangan.

Guntur juga berharap melalui agenda kunjungan tersebut, Imigrasi Kepri dan Malaysia dapat saling bertukar informasi, pengalaman serta meningkatkan pemahaman bersama dalam penanganan orang asing.

Menurutnya kerja sama dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian, terlebih Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan serta mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Kita saling mendukung satu sama lain terkait penanganan orang asing serta pelaksanaan tugas keimigrasian yang semakin efektif,” ujar Guntur.

Sementara, Timbalan Ketua Pengarah Imigresen (Operasi) Jabatan Imigresen Malaysia Dato’ Lokman Effendi Ramli menyampaikan kunjungan ke Rudenim Pusat Tanjungpinang merupakan kesempatan bagi delegasi Malaysia untuk  memperoleh gambaran mengenai  pengelolaan dan penanganan orang asing di Indonesia.

“Kami amat menghargai keterbukaan pihak Indonesia dalam berkongsi pengalaman dan amalan yang dilaksanakan dalam pengendalian orang asing,” ujar Dato’ Lokman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang Erybowo Radyan Asmono turut memaparkan pelaksanaan tugas dan fungsi Rudenim.

Ia menjelaskan Rudenim Pusat Tanjungpinang memiliki peran dalam penanganan orang asing melalui proses pendetensian, pengamanan, pemulangan, dan pendeportasian.

“Kami senang dapat saling bertukar pengalaman mengenai penanganan orang asing dengan jajaran Imigresen Malaysia. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi penguatan pelaksanaan tugas keimigrasian kedua negara,” ujar Erybowo. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *