KEPRI PEMERINTAHAN POLITIK TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Agus Fatoni, meminta SDM di lingkungan Pemko Tanjungpinang, Kepri, harus pintar-pintar mengelola keuangan serta harus bisa memahami peraturan perundang-undangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tidak semua aktifitas harus dengan uang. Banyak aktifitas non fisik misalnya membuat perda tidak perlu anggaran yang banyak, bisa mengambil contoh di daerah lain dalam waktu tak banyak pasti rampung,” katanya saat menghadiri kegiatan tentang pengelolaan keuangan daerah di Tanjungpinang, Jumat (11/8/2023).

Ia menyebut Presiden RI dan Menteri Keuangan banyak mengeluhkan terhadap kegiatan yang dilakukan, karena bukan merupakan kegiatan skala prioritas.

“Misalnya hanya untuk rapat, perjalanan dinas dan honor. Oleh karena itu, diharapkan dalam penyusunan anggaran harus bisa disusun mana yang skala prioritas,” tuturnya.

Ia pun sedikit memberi kisi-kisi, apabila ingin mengelola keuangan yang baik, harus disusun terlebih dahulu dan mengelola perencanaan.

“Apa saja yang diprioritaskan, susun baik-baik sehingga nantinya bisa dilaksanakan dengan benar dan tepat,” ucapnya.

Dirinya juga menyebut, selama ini banyak keluhan dan masukan bahwa program tak jalan karena ASN nya takut, misalnya takut salah, takut Aparat Penegak Hukum (APH) dan lainnya.

“Hal itu terjadi karena kita tidak yakin apa yang kita kerjakan. Sebab tidak paham aturan menjadi salah satu kendala. Jika paham aturan maka akan gampang menjalaninya,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada Wali Kota Tanjungpinang, Rahma yang sudah menggelar kegiatan tentang pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentu harus memiliki SDM yang unggul, sehingga dalam penyusunan APBD bisa lebih tepat sasaran.

“Pengelolaan keuangan sangat penting. Tidak ada gunannya uang banyak kalau ASN atau SDM tidak bisa mengelola, malah menjadi petaka,” terangnya.

Sebaliknya, kata dia, jika anggaran sedikit namun dikelola dengan efektif maka banyak prestasi dan kemajuan yang bisa dicapai.

“Saya lihat, APBD Tanjungpinang hanya Rp 1.052 triliun. Ini tidak terlalu besar apalagi sebagian digunakan untuk belanja pegawai,” ucapnya pula. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *