KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan Provinsi Keprinmengimbau pihak rumah sakit meminimalisir obat-obatan exfired atau kedaluwarsa, salah satunya dengan menerapkan sistem pengadaan obat jangka pendek.

“Misalnya, beli obat untuk kebutuhan satu bulan, kalau ada lebih bisa digunakan di bulan berikutnya, sehingga obat kedaluwarsa atau tak terpakai minim,” kata Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, Rabu (9/7/2025).

Bisri mengakui bahwa obat kedaluwarsa tidak bisa dihindari dan pasti terjadi dalam dunia kesehatan, namun rumah sakit bisa membuat perencanaan tata kelola obat-obatan sebaik mungkin untuk mengurangi risiko kedaluwarsa.

Menurutnya Kepri termasuk provinsi dengan tingkat obat kedaluwarsa relatif rendah secara nasional, yaitu di bawah sepuluh persen.

“Makanya Kepri dapat penghargaan Kementerian Kesehatan RI, karena tingkat obat kedaluwarsanya rendah,” ujarnya.

Bisri juga meminta rumah sakit dalam merencanakan pengadaan obat harus berdasarkan indikasi kebutuhan medis, bukan semata-mata memenuhi stok obat-obatan dalam jumlah besar.

Tata kelola pengadaan rumah sakit pun harus sinkron dengan kebutuhan medis, sehingga ketika pasien datang berobat, obatnya sudah ada, bukan justru pasien datang baru dicari obatnya.

“Dengan menerapkan langkah-langkah itu, diharapkan rumah sakit dapat meminimalkan risiko obat kedaluwarsa, mengurangi kerugian finansial, dan yang terpenting menjaga keselamatan pasien,” ucap Bisri. 

Bisri menambahkan masa kedaluwarsa obat-obatan umumnya berlaku dua sampai tiga tahun terhitung sejak obat diproduksi, namun ada obat dengan masa kedaluwarsa lebih cepat, seperti obat cairan.

Selain itu, ia turut mengingatkan masyarakat untuk tidak menyimpan obat kedaluwarsa dengan selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan obat yang digunakan.

Obat bisa kedaluwarsa karena berbagai faktor, termasuk penyimpanan yang tidak tepat, pembelian dalam jumlah besar yang tidak terpakai, atau kesalahan dalam pengelolaan obat.

Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menimbulkan efek samping yang tidak terduga dan bahkan berbahaya bagi kesehatan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *