Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri mencatat sebanyak 38 pulau berpenghuni di daerah tersebut belum menikmati penerangan listrik.
Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin, menyampaikan rasio elektrifikasi (RE) pulau berlistrik di Kepri sampai tahun 2024 sudah mencapai 98,18 persen.
“Dari 238 pulau berpenghuni di Kepri, 150 pulau telah dilistriki PLN, 90 pulau dilistriki pemda dan masyarakat, dan 38 pulau berpenghuni belum berlistrik,” kata Darwin, Rabu (19/3/2025).
Darwin menyampaikan pulau-pulau berpenghuni belum berlistrik itu sebagian besar tersebar di Batam, Lingga hingga Karimun. Jumlah penduduknya tidak banyak, berkisar di antara 10 sampai 30 kepala keluarga (KK).
Ia menyebut Pemprov Kepri bersama PLN secara bertahap akan menyelesaikan persoalan listrik di pulau-pulau kecil tersebut hingga tahun 2027.
Ada beberapa upaya yang akan dilakukan untuk memasok listrik di pulau-pulau itu, antara lain pulau yang berjarak sekitar 600 meter menggunakan kabel udara, namun jika lebih dari 600 meter menggunakan kabel bawah laut.
Selain itu, bisa juga menggunakan sistem energi baru terbarukan (EBT), yaitu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal atau terpusat. Tahun ini ada sepuluh pulau dengan PLTS komunal, lalu pada 2026 ada 24 pulau.
“Sementara pulau-pulau dengan jumlah penduduk tak sampai sepuluh KK, akan menggunakan program SuperSun, yakni listrik tenaga surya dengan skema individual berbasis baterai besar,” ujar Darwin.
Darwin turut menambahkan, saat ini masih ada 40 pulau dengan durasi nyala listrik 14 jam. Dari jumlah pulau itu, 11 ibu kota kecamatan di antaranya jadi prioritas mendapatkan listrik 24 jam.
“Kalau belum bisa 24 jam, secara bertahap kita tingkatkan dari 14 jam jadi 18 jam, seperti di Pulau Sugi, Batam,” pungkas Darwin. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

