Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri menyatakan Amerika Serikat dan Jepang masuk lima besar negara penyumbang investasi terbesar pada Triwulan I/2026.
Kedua negara tersebut menggeser posisi Malaysia dan Taiwan yang pada tahun 2025, masuk dalam lima investor terbesar di Kepri.
“Munculnya Amerika Serikat dan Jepang dalam lima besar investor pada triwulan I/2026, mengindikasikan semakin luasnya jangkauan negara asal investasi di Kepri,” kata Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat strategi promosi investasi yang tidak hanya berfokus pada investor tradisional, tetapi juga menyasar pasar potensial lainnya.
Hasfarizal menyampaikan struktur investasi asing di Kepri triwulan I masih didominasi oleh negara tetangga, Singapura sebagai mitra investasi utama.
Kemudian disusul empat negara lainnya, yaitu Singapura, Hongkong/RRT, Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang.
Lanjutnya memaparkan hingga triwulan I/2026, realisasi investasi di Kepri telah mencapai Rp23,80 triliun, yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp14,05 triliun, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp9,75 triliun.
Capaian tersebut telah memenuhi 49 persen dari target daerah yang sebesar Rp48 triliun pada 2026, dan 28 persen dari target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp86 triliun.
“Capaian investasi ini menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan indikasi bahwa target tahunan masih berpeluang untuk dicapai apabila tren investasi tetap terjaga pada triwulan-triwulan berikutnya,” ungkapnya.
Hasfarizal turut memerinci sektor berusaha PMA di Kepri triwulan I masih didominasi oleh sektor jasa dan manufaktur, khususnya industri logam dasar serta industri mesin dan elektronik.
Kemudian, sektor listrik, gas dan air yang masuk lima besar menunjukkan penguatan investasi pada infrastruktur pendukung
industri.
Struktur investasi PMA mengindikasikan bahwa Kepri masih menjadi basis investasi industri pengolahan dan manufaktur berorientasi ekspor.
“Konsistensi komposisi sektor pada Triwulan I 2026 menunjukkan keberlanjutan minat investor terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ucapnya.
Sedangkan sektor berusaha PMDN di Kepri triwulan I masih didominasi oleh sektor listrik, gas dan air, industri kimia dan farmasi, perumahan, kawasan industri
dan perkantoran, transportasi, gudang dan Telekomunikasi, serta perdagangan dan reparasi.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi domestik tidak hanya mendorong sektor industri, tetapi juga berperan besar
dalam penguatan infrastruktur dasar, kawasan industri, dan jaringan logistik sebagai penunjang aktivitas ekonomi di Kepri
Secara khusus, industri kimia dan farmasi mencatat realisasi tertinggi, melampaui sektor listrik, gas dan air. Hal ini mengindikasikan meningkatnya minat investasi domestik pada sektor industri pengolahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Secara umum, struktur PMDN mencerminkan keseimbangan antara investasi pada sektor produktif dan sektor pendukung, sehingga diharapkan mampu memperkuat daya saing serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dia.
Hasfarizal turut mengutarakan realisasi investasi Kepri tahun 2025 mencapai Rp64,68 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp43,44 triliun dan PMDN sebesar Rp21,24 triliun. Sebaran investasi masih terpusat di kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
Capaian itu telah melampaui target daerah 136 persen maupun target BKPM 112 persen, yang menunjukkan kinerja investasi yang sangat baik sepanjang tahun 2025. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

