Tanjungpinang (Vnews.click) – Badan Pusat Staistik (BPS) mencatat komposisi masyarakat yang bekerja di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2025 terdiri dari 1.016,54 ribu orang, atau meningkat 13,15 ribu orang dibandingkan Februari 2024 yang sebanyak 1.003.39 ribu orang.
Sedangkan sebanyak 75,21 ribu orang tercatat menganggur, atau bertambah 0,44 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 74,48 ribu orang.
“Sementara jumlah total angkatan kerja per Februari 2025 sebanyak 1.091,75 ribu orang (66,84 persen), atau naik 13,59 ribu orang dibanding Februari 2024 sebanyak 1.078.17 ribu orang,” kata Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, Selasa (6/5/2025).
Secara rinci, Margaretha menjelaskan terdapat 1.633,31 ribu orang penduduk usia kerja (PUK) di Kepri, bertambah sebanyak 27,46 ribu orang dibandingkan Februari 2024 sebanyak 1.605.85 ribu orang. Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas.
Namun dari jumlah usia kerja tersebut, kata dia, yang terserap atau bekerja sebanyak 1.091,75 ribu orang.
“Sedangkan 75,21 ribu orang tidak terserap dunia kerja atau pengangguran,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan berdasarkan lapangan usaha, ada tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Kepri, yakni industri pengolahan yaitu sebesar 20,81 persen, lalu administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, jasa
kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 17,17 persen.
Kemudian, perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 14,96 persen.
Dibandingkan Februari 2024, kata dia, terdapat enam lapangan usaha mengalami peningkatan tenaga kerja. Tiga lapangan usaha dengan peningkatan terbesar adalah informasi dan komunikasi, jasa Keuangan dan asuransi, real estat, dan jasa perusahaan (14,21 ribu orang).
Selanjutnya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (11,16 ribu orang), dan pertambangan dan penggalian, pngadaan
listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang (7,04 ribu orang).
“Sementara itu, empat lapangan usaha mengalami penurunan tenaga kerja, dengan penurunan terbesar pada konstruksi (13,83 ribu orang),” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

