Tanjungpinang (Vnews.click) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Hasbi menyatakan nilai kerugian materiil akibat bencana puting beliung di Kabupaten Karimun ditaksir mencapai Rp4,9 miliar.
Hasbi menyebut puting beliung yang melanda pemukiman warga di seputaran Batu Lipai dan Wonosari, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Selasa (14/5/2024), menyebabkan 196 bangunan rusak namun tak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Bangunan rusak terdiri dari ratusan rumah warga, kios dan gerobak jualan, hingga pagar kuburan,” kata Hasbi di Tanjungpinang, Selasa (21/5).
Ia mengatakan usai terjadi puting beliung, BPBD Kepri langsung mengerahkan Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) untuk turun melakukan kajian dan memverifikasi kerusakan bangunan di lokasi kejadian tersebut.
Verikasi dilakukan guna mengetahui kondisi riil jumlah bangunan rusak, karena Pemprov Kepri melalui OPD teknis terkait bakal membantu perbaikan bangunan rusak diterjang puting beliung, seperti rumah-rumah warga.
“Dari data sementara, ada warga memiliki lebih dari satu rumah terdampak puting beliung, sehingga tak mungkin kita bantu perbaiki semuanya, pasti salah satunya saja,” ujar Hasbi.
Hasbi menambahkan untuk sementara ini, Pemprov Kepri melalui BPBD sudah menyalurkan paket bantuan sembako terhadap 188 warga terdampak puting beliung di Kabupaten Karimun. Paket sembako terdiri dari beras, minyak goreng, telur, susu, tepung hingga indomie.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk bantuan lainnya, seperti perbaikan kerusakan bangunan, masih menunggu verifikasi data yang absah,” ujar Hasbi.
Ia menambahkan bahwa tim gabungan dari Pemprov Kepri dan Kabupaten Karimun bahu-membahu membersihkan puing-puing kerusakan bangunan yang dihantam puting beliung. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

